Dua Tersangka Tambahan Atas Pengeroyokan Anggota TNI Dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri

36
Ilustrasi.

SULUH BALI, Denpasar – Kedua tersangka tambahan yakni Revo Ashari Syah (19) dan Fajar Hamadi (19) yang terlibat kasus pengeroyokan yang mengakibatkan kematian terhadap salah satu anggota TNI, Prada Yanuar Setiawan (20) dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Denpasar, Kamis 10/07.

“Kedua tersangka dan barang bukti sudah kami terima dari Polresta Denpasar, karena terkait pengeroyokan terhadap anggota TNI,” kata Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Denpasar, Ketut Maha Agung, di Denpasar.

Setelah menjalani proses pemeriksaan, kata Maha Agung, keduanya langsung dijebloskan ke dalam Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kerobokan, Denpasar, Bali untuk dilakukan penahanan.

Pihaknya menegaskan, untuk kedua tersangka ini, sudah menunjuk jaksa Luh Oka Ariani untuk menyidangkan kasus tersebut. “Kedua tersangka ini sempat memukul dan menendang korban beberapa kali,” katanya.

Kedua tersangka didakwa Pasal 170 Ayat 2 ke-1 KUHP dan Pasal 351 Ayat 1 KUHP jo Pasal 65 Ayat 1 KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara.

Pihaknya menerangkan bahwa, kedua tersangka ini yang memulai adanya perselisihan dengan korban saat melintasi Jalan Bypass Ngurah Rai, Kabupaten Badung, pada 9 Juli 2017 Pukul 05.00 Wita.

Sebelum kejadian, DKDA bersama sekitar tujuh rekannya diantaranya (KCA, KTS, CI, Revo dan Fajar) berkumpul di salah satu bar di Kuta untuk minum-minuman keras dari Pukul 01.00 Wita hingga Pukul 03.00 Wita.

Setelah minum-minum itu, DKDA naik sepeda motor bersama CI bersama anggota geng lainnya untuk pulang ke rumahnya yang berada di kawasan Jimbaran, Kuta Selatan.

Namun, saat di pertigaan Jalan Taman Griya Jimbaran DKDA dan CI sempat cekcok dengan saksi Steven yang merupakan rekan korban Prada Yanuar. Namun saat itu saksi Steven memilih meninggalkan DKDA dan CI.

Saat itulah, DKDA dan CI melihat Prada Yanuar yang menggunakan motor Satria FU melintas. Keduanya lalu memepet dan menghentikan Prada Yanuar di depan Halte Sarbagita Jimbaran, beberapa berselang kemudian datang teman-teman DKDA.

Korban sempat melawan saat perkelahian terjadi, namun karena kalah jumlah Prada Yanuar tidak dapat melawan.

Jauhari dan Tegar yang melihat temannya (korban) Prada Yanuar dalam kondisi tergeletak bersimbah darah, kembali bertemu dengan DKDA yang masih ada di lokasi.

Saat Jauhari bertanya dengan DKD, terdakwa justru emosi dan menganiaya Jauhari hingga mengalami luka serius dan patah tulang. (SB-ant)

Comments

comments