Dua Putri Cilik ini Tewas Saat “Jembatan Cinta” Putus

33240
Sulianta dan istri bersama foto dua putrinya yang tewas saat Jembatan Cinta Nusa Lembongan putus (foto Ijo).

SULUHBALI, Nusa Penida – Tragedi runtuhnya Jembatan Kuning yang menghubungkan pulau Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan pada Minggu (16/10/216) lalu. Hingga saat ini masih menyiksakan luka yang mendalam bagi pasangan dan istrinya Ni Ketut Wirati.

Kedua putri ciliknya, Putri Krisna Dewi (9) dan Kadek Mustika Savitri (6) termasuk dalam 8 nama korban meninggal dalam kejadian runtuhnya jembatan yang berusia 22 tahun tersebut. Sulianta ditemui di kediamannya, suasana duka masih terasa, tidak sedikit sanak keluarga yang datang untuk menyampaikan ucapan bela sungkawa.

Nampak raut kesedihan masih terpancar dari wajah istri tak kuasa menahan kesedihan meskipun sejumlah sanak keluarga mencoba menenangkan. Sementara, Sulianta dengan sedikit terbata-bata dan nada yang cukup berusaha kembali menceritakan kejadian yang memilukan tersebut.

Sesaat, sebelum kejadian Sulianta bersama ke 3 anaknya Putri Krisna Dewi, Kadek Mustika Savitri dan putra bungsunya Komang Giri Mahesa Pramesta (1,6 tahun) sambil ditemani sang istri ingin menepati janjinya membelikan mainan untuk anak-anaknya.

Sambil mengenakan pakaian lengkap untuk bersembahyang mereka melintas di atas jembatan tersebut dengan berjalan kaki ke Nusa Ceningan, dimana saat itu Pura Bakung di Nusa Ceningan sedang piodalan. Ketika hendak kembali ke Nusa Lembongan mereka melihat antrian kendaraan terlihat di tengah jembatan, namun mereka berlima tetap melanjutkan perjalanan.

Naas, ketika mereka berada di tengah jembatan, tanpa memiliki pertanda apa-apa dalam hitungan detik jembatan kayu dengan sling (tali) baja dan besi tersebut putus dan sontak saja membuat puluhan orang yang berada di atas jembatan terlempar bebas ke laut.

“Pas kita nyebrang itu di pertengahan macet, karena banyak motor lalu-lalang. Pas di tengah-tengah, tidak lama itu jembatannya langsung putus. Tahunya saya udah di dalam laut. Kejadiannya cepat banget mas, biasanya jembatan ini goyang-goyang tapi ini tidak. Pokoknya hitungan beberapa detik saya jatuh ke laut,” ungkapnya.

Sulianta mengaku saat dirinya terjun ke laut masih memeluk putra bungsunya, sementara kedua putrinya berada tidak jauh dari posisi ibunya. Dirinya berusaha berenang sambil memeluk putra bungsunya hingga akhirnya mendapatkan pertolongan.

“Waktu itu saya masih gendong anak di belakang ibunya sekitar 3 meter. Kakaknya di depan, adiknya di belakang dan ibunya di tengah-tengah. Tiba-tiba jembatan putus, saya tidak tahu lagi. Namun waktu itu saya masih peluk erat anak saya, tidak saya lepas. Ikut minum air laut juga sampe akhirnya saya berusaha berenang ke pinggir sambil tetep peluk anak saya hingga akhirnya baru dapet pertolongan,” terangnya.

Sulianta menjadi sangat sedih, saat tahu anaknya yang lain, Putri Krisna Dewi dan Kadek Mustika Savitri hilang ditelan laut dan ditelan gelap. Beberapa jam kemudian, setelah para warga dan penyelamat berencana menghentikan pencarian, jasad kedua anaknya muncul di permukaan laut dan ramai-ramai dibawa langsung ke rumahnya. Sulianta dan istrinya begitu terpukul, karena kedua putrinya tewas di penghubung pulau yang dikenal dengan “Jembatan Cinta.” (SB-Ijo)

 

 

Comments

comments