Dua Petugas Imigrasi Terancam Sanksi Tunda Gaji Dan Penundaan Pangkat

165

Yoseph H.A Renungan Widodo. |foto-ijo|

 

SULUHBALI, Mangupura – Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Ngurah Rai, Yoseph H.A Renungan Widodo merasa geram atas ulah staff nya yang bertugas di Bandara Internasional Ngurah Rai. Dimana Kepala Unit yang bersangkutan malah tidak melaporkan kasus pemerasan yang dicurigai dilakukan 2 orang staff bawahannya Henri dah Wachid kepada warga Republik Rakyat Tiongkok, Zhang Tao (33th) saat berada di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI).

“Saya merasa di bohongi sama anggota saya. Ada kasus seperti bukannya melaporkan tetapi mereka mencoba menutupi hal tersebut, justru wartawan yang memberikan informasi. Sungguh kurangajar anggota saya itu, kejadian seperti ini saya tidak dilapori,”ujar Widodo ditemui di kantornya saat menggelar Jumpa pers, Kamis (17/09/2015).

Zhang Tao dan 5 turis lainya tiba di Bandara Internasional Ngurah Rai pada Sabtu 12 september sekitar pukul 01.00 wita bersamaan dengan ratusan penumpang lainnya menggunakan pesawat China Southern datang ke konter imigrasi dan langsung dilayani oleh petugas dan dilakukan wawancara.

Namun, ditengah proses wawancara tersebut, muncul kecurigaan petugas terhadap Zhang Tao lantaran gerak geriknya mencurigakan dan Zhang Tao mengaku menginap disalah satu hotel di wilayah Kuta. Namun, ketika dicoba mengkonfirmasi kepada pihak hotel, nama Zhang Tao ternyata tidak terdaftar.

Banyaknya pertanyaan yang diajukan petugas membuat Zhang Tao tersudut kemudian mengeluarkan uang 100 RMB dan langsung memberikan kepada petugas namun ditolaknya. Mengira uangnya ditolak Zhang Tao malah mengeluarkan kembali uang sebesar 100 RMB yang bermaksud untuk dilancarkan dalam pemeriksaan imigrasi.

“Lha mulai dari sini kejadian itu terjadi, saat itu Zhang Tao memberikan uang 100 Yuan kepada Henri. Dia menanyakan untuk apa uang tersebut, saat itu juga justru Zhang Tao menambahkan 100 Yuan lagi kepada  Henri,” terangnya.

Menurut Yosep dalam budaya orang China tidak ada istilah backpaker, disini pihak Imigrasi mencurigai Zhang Tao yang mengaku jalan-jalan ke Bali sendirian. Setelah itu Henri menghubungi Wachid petugas imigrasi lainnya yang juga menerima warga China bernama Deng Jiandang.

‎Uang yang diberikan Zhang Tao tersebut disinyalir masih dipegang oleh pihak yang petugas bersangkutan. Sebab ketika diketahuinya dalam pemeriksaan, 2 oknum petugas tersebut tidak ada menyerahkan kepada Zhang Tao. ‎Dimana uang tersebut diperkirakan masih dipegang untuk membuktikan perbuatan Zhang Tao, Namun dirinya menegaskan apapun bentuk penerimaan uang oleh petugas adalah salah.

“Seharusnya ketika merasa curiga terhadap turis yang datang harusnya dibawa ke kantor untuk dilakukan pendalaman. Ini adalah kewenangan yang melampaui batas. seharusnya dia menyerahkan kepada supervisor untuk mendalami, bukannya menyelesaikan sendiri. Jadi , saya garis bawahi disini bahwa anggota saya yang telah menerima uang, apapun alasannya tetap salah. ” ungkapnya.

Kedua petugas terseut akan kita kenakan sanksi seperti penundaan gaji berkala, penundaan pengangkatan pangkat sesuai dengan PP Nomer 53 tahun 2010.

“Untuk pemecatan sepertinya tidak, sanksinya hanya itu saja yaitu penundaan gaji berkala dan penundaan pangkat sesuai dengan PP Nomer 53 tahun 2010.  Kalau untuk SPVnya juga dapat peringatan mungkin dia akan menjalani pelatihan,” tandasnya. (SB-Ijo)

Comments

comments