Dua Laporan Seret Nama Besar Adi Wiryatama

256

Kuasa Hukum Mangku Sarja, Zulfikar Ramly saat memberikan keterangan. (Foto-Ijo)

SULUH BALI, Mangupura – Terdapat 2 laporan yang menyeret nama Nyoman Adi Wiryatama sebagai terlapor atas kasus pemalsuan sertifikat tanah. Kedua laporan tersebut dilaporkan Mangku Sarja melalui kuasa hukumnya Zulfikar Ramly.

Tidak hanya itu, sebanyak 15 are tanah lainnya juga dipalsukan dengan orang yang sama dengan luas 2 hektar yang berada di Desa Braban, Tabanan.

“Made Harum (anak dari Mangku Sarja) berencana akan membangun bar di atas tanah 2 hektar dengan maksud membuat kejutan untuk ayahnya, maka diambilah sertifikat tersebut yang kemudian diserahkannya kepada Adi Wiryatama tanpa sepengetahuan dan izin ayahnya. Singkat cerita, Adi Wiryatama sempat memberikan sejumlah uang, namun uang itu dipake foya-foya oleh Made Harum. Karena tidak bisa mengembalikan uang tersebut, diserahkannya sertifikat tersebut untuk dijadikan jaminan, tapi malah dibalik nama oleh Adi Wiryatama atas nama anaknya Gede Made Dedy Pratama,” jelasnya mengenai satu kasus sertifikat tanah seluas 2 hektar tersebut, kamis (27/11/2014).

Lebih lanjut dikatakan Zulfikar, perkara kasus pemalsuan sertifikat tersebut sebenarnya dilaporkan ke dalam 2 bentuk laporan di kepolisian. Dimana terlapor adalah notaris ketut Nurija, Adi wiryata bersama anaknya Gede Made Dedi Pratama yang dilaporkan dengan pasal 264 tentang pemalsuan akte otentik dan 266 tentang pemberian keterangan palsu di atas akte otentik.

“Fakta-fakta yang ditemukan, Made Sarja mengaku tidak pernah kenal dan ketemu dengan Dedy Pratama begitupun sebaliknya. Jika mereka tidak pernah ketemu bagaimana AJB ( Akta Jual Beli). Bagaimana mungkin dua orang yang tidak pernah bertemu dan saling kenal bisa terjadi transaksi,” tegasnya tanpa menjelaskan ketidakwajaran tersebut.

Tidak hanya sampai disitu, dalam laporan kedua yang terjadi sekitar tahun 2013, Made Harum kembali mengambil sertifikat tanah milik Made Sarja. “Made Harum ini sering diberikan uang oleh Adi. Terkumpul menurut Made Harum kurang lebih sampai 3 miliar, tapi tidak mampu dikembalikan. Karena terdesak dan tidak bisa mengembalikan diambilnya 14 sertifikat milik bapaknya,” paparnya.

Diketahui,14 sertifikat yang mencapai 2 hektar yang berada di desa Beraban, Tabanan. “Jadi sebenarnya tanah tersebut akan dibangun proyek dalam satu lokasi tersebut, cuma belum tahu proyek apa. Tapi yang jelas uang yang diberikan kepada Made Harum dipergunakan untuk pembebasan lahan. Baru 2 lahan yang berhasil dibebaskan, 8 are lahan Nang Sipan dan 10 are lahan Nang Suatri. Sebenarnya melalui uang itu sudah menghasilkan. Hanya saja sebagian besar uang itu sudah habis dipake maen judi, mabuk, dan lain-lain,” ujarnya. (Sb-Ijo)

Comments

comments