DPRD Kritisi Nusa Dua Festival Karena Minim Seniman Bali

96
Saat pembukaan Nusa Dua Festival 2016 d Nusa Dua (foto ist).

SULUH BALI, Denpasar — Anggota DPRD Bali Wayan Tagel Arjana mengkritisi kegiatan “Nusa Dua Fiesta (NDF)” 2016, karena keikutsertaan seniman lokal masih sangat minim.

“Saya amati susunan acara keterlibatan seniman lokal sangat minim dibanding ‘tagline’ yang diusung untuk meningkatkan kunjungan wisatawan nusantara dan asing ke Bali,” katanya di Denpasar, Sabtu (19/11/2016).

Ia mengharapkan panitia seharusnya sudah mempersiapkan secara matang, sehingga seniman lokal lebih banyak bisa tampil di panggung hiburan pada NDF yang diselenggarakan di Pulau Peninsula selama lima hari hingga Minggu (20/11).

“Dana yang cukup besar tersebut semestinya bisa memberi ruang kepada seniman lokal dan lebih banyak mengisi acara tersebut. Karena wisatawan asing datang ke Bali ingin menikmati hiburan seni budaya masyarakat setempat, apalagi peserta pameran kerajinan dan promosi pariwisata diikuti juga dari sejumlah daerah di Indonesia. Wisatawan asing justru mereka bosan dengan kesenian modern,” ujar politikus asal Kabupaten Gianyar.

Dengan kesenian lokal lebih banyak ditampilkan di arena tahunan yang digelar PT Pengembang Pariwisata Indonesia (ITDC) tersebut, maka keinginan wisatawan asing dan masyarakat Bali akan lebih tertarik ke NDF.

“Sebagai perusahaan milik BUMN, pihak ITDC semestinya memberi ruang kepada seniman lokal lebih banyak tampil di ajang tersebut, bukan sebaliknya lebih menonjolkan kesenian berbau modern,” ucapnya.

Ia berharap ke depan pihak penyelenggaran NDF lebih kreatif dan inovatif serta pelibatan masyarakat lokal dalam kegiatan tersebut, sehingga anggaran dana yang cukup besar juga dirasakan masyarakat setempat.

“Peran masyarakat Bali dalam memajukan pariwisata sangat penting dan potensinya sangat besar, walau mereka tinggal di pedesaan. ITDC harus peduli dengan masyarakat setempat, salah satunya mereka dilibatkan dalam pementasan kesenian dan lainnya,” ujarnya.

Seorang pemerhati budaya, Sarjana mengatakan pelibatan kesenian lokal pada tahun ini memang sangat sedikit, dibanding tahun sebelumnya.

“Kalau saya perhatikan pelibatan seniman lokal sangat sedikit. Apalagi publikasi di media lokal juga sedikit sekali. Kita tidak tahu konsep NDF tahun ini. Karena itu warga juga tidak tertarik datang ke sana,” ucapnya.

Anggaran Meningkat

Sementara Ketua Umum Panitia NDF yang juga Direktur Operasional ITDC Anak Agung Ngurah Wirawan mengatakan anggaran untuk kegiatan NDF Ke-20 tahun 2016 sebesar Rp4,5 miliar, meningkat dari tahun sebelumnya hanya sekitar Rp2,5 miliar.

“Untuk membuat sebuah kegiatan spektakuler memang perlu dukungan dana yang memadai. Ajang NDF tahun ini akan berbeda dibanding tahun sebelumnya, karena ada penambahan pementasan-pementasan, maupun anjungan lebih banyak,” ujarnya Ngurah Wirawan mengatakan dana tersebut sepenuhnya dianggarkan dari dana perusahaan (PT Indonesia Tourism Development Corporate/ITDC).

“Bagi kami anggaran sebesar tersebut adalah sebuah investasi untuk membuat kegiatan tahunan yang lebih spektakuler dan diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan yang berlibur ke Indonesia, khususnya Bali,” ucapnya.

Ia mengatakan penyelenggaraan NDF kali ini menggunakan konsep baru, sebagai pesta mingguan penuh di kawasan Nusa Dua, berupa rangkaian kegiatan yang tiada henti dari pagi hingga sampai malam hari.

“Dengan konsep tersebut kami berupaya mencari format baru dan elegan, sehingga pengunjung akan merasakan suasana hiburan yang lebih menarik dari tahun sebelumnya. Oleh karena itu kami mencari partner kerja yang bisa menyuguhkan sesuai dengan harapan dan perencanaan untuk menggelar ajang NDF,” katanya. (SB-ant)

Comments

comments