SULUHBALI.CO, Denpasar – Sekitar sepuluh orang nasabah PT Futurindo Multi Sejahtera (FMS) kembali mendatangi Gedung DPRD Bali terkait dana yang disetorkan tidak dikembalikan pihak perusahaan tersebut.

“Kami datang kembali ke sini meminta ketegasan anggota Dewan untuk kejelasan memfasilitasi pembayaran dana yang disetorkan kepada perusahaan tersebut,” kata Nasabah FMS Dewa Alit di Denpasar, Senin.

Nasabah yang datang ke DPRD itum di terima Ketua Komisi IV Nyoman Parta dan Wakil Komisi I Gusti Putu Widjera.

Dewa Alit mengatakan pihaknya mendesak ikut memfasilitasi permasalahan yang dihadapi ratusan nasabah FMS di Bali.

“Pihak manajemen FMS terus melakukan pengingkaran untuk pembayaran dana yang disetorkan oleh nasabah yang mencapai miliaran rupiah,” ujarnya.

Dewa Alit mengatakan pihak perusahaan sempat berjanji akan membayar dengan memberikan bilyet giro (BG), namun setelah pihaknya ke bank yang ditunjuk ternyata BG kosong.

“Dalam BG tersebut ditulis bisa dicairkan pada 26 November, tapi kenyataannya tidak ada dananya di bank bersangkutan,” katanya.

Menurut Dewa Alit, pihaknya kembali mendatangi kantor FMS di Sesetan, Kota Denpasar, dan kembali juga ditunda dengan kompensasi satu persen per BG.

“Dalam BD itu akan bisa cair pada 5 dan 6 Desember, namun kenyataan yang terjadi tidak ada dananya,” ucap Dewa Alit.

Nyoman Parta pada kesempatan itu berjanji akan memanggil manajemen FMS dengan meminta staf DPRD untuk menyurati perusahaan tersebut.

“Kami akan panggil manajemen FMS ke sini untuk menjelaskan lebih lanjut permasalahan untuk pembayaran dana nasabah yang telah disetorkan,” katanya.

Gusti Widjera mengaku permasalahan yang merugikan masyarakat jangan terus berlarut-larut seperti ini.

“Pihak manajemen semestinya tidak boleh ingkar janji, apalagi sudah sampai mengeluarkan BG untuk membayar dana nasabah, tapi justru tidak ada dananya. Ini namanya penipuan,” katanya. (SB-ant)

Comments

comments

Comments are closed.