Dorong Kreatifitas Pengerajin, Ayu Pastika Kunjungi Sejumlah Sentra Kerajinan

39
Ny. Ayu Pastika saat berbincang dengan salah satu pengerajin.

SULUH BALI, Denpasar – Sebagai mitra kerja pemerintah yang bertujuan untuk mengembangkan seni dan hasil kerajinan, Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) Provinsi Bali dan Kabupaten/kota se Bali memiliki  peran penting dalam mendukung produktivitas dan industri kreatif kerajinan Bali. Untuk itu, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali mengintensifkan kunjungan ke sentra-sentra pengrajin di kabupaten /kota se-Bali.

Seperti halnya salah satu sentra kerajinan yang dikunjungi Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Ayu Pastika beserta rombongan pada Senin (22/11) ialah sentra kerajinan souvenir “Bali Creative” di Desa Ketewel, Sukawati, Gianyar.

Bali Creative memproduksi berbagai jenis kerajinan (souvenis) seperti kipas, tempat seserahan, keben, boneka, sabun, minyak wangi yang dikemas menjadi souvenir pernikahan. Selain itu, mereka juga menampung berbagai jenis produk kerajinan dari sejumlah sentra industri di Kabupaten Gianyar.

Dalam kesempatan tersebut, Ny. Ayu Pastika yang didampingi Ketua Dekranasda Kabupaten Gianyar, Nyonya Surya Adnyani Mahayastra sangat terkesan dengan hasil souvenir dari usaha milik Ketut Susilawati Tanteri tersebut. Ia menekankan agar setiap produk harus mencirikan nuansa Bali, sebagai identitas pulau dewata. Meskipun produknya sedikit, namun bisa mencerminkan bahwa produksi tersebut hasil dari Bali bukan daerah lain di Indonesia.

“Kalau bisa tolong isi yang mencirikan Bali sebagai identitas kita. Karena Saya tidak mau pengrajin Bali yang sudah capek-capek membuat disain, namun akhirnya dijiplak dan diakui oleh daerah lain,” ujar Ny. Ayu Pastika sembari melihat beberapa hasil kerajinan yang dipajang. Ia juga mengingatkan agar para pengrajin jeli membaca selera pasar sehingga hasil kerajinan yang dihasilkan  laku di pasaran. “Kita harus jeli membaca selera pasar, bila perlu disurvei dulu, agar barang yang kota hasilkan dapat laku di pasaran,” pungkasnya.

Usai meninjau Bali Creative, Ny. Ayu Pastika kemudian mengunjungi pengrajin keben dengan motif cangkang telur di Banjar Tegal, Desa Tulikup, Gianyar milik I Wayan Indra. Menurut Indra, kerajinan yang dihasilkan saat ini sepi peminat. Ditambahkannya, untuk pemasaran kerajinannya baru sebatas lokal di Bali dan di pamerkan dalam beberapa kesempatan. Ia berharap pemerintah bisa ikut membantu proses pemasarannya, mengingat saat ini produk yang dihasilkannya telah memiliki hak atas Kekayaan Intelektual  (HAKI) di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dengan jenis ciptaan Seni Motif “Ukir Telor”.

Ayu Pastika sangat mendukung langkah Indra yang untuk mendaftarkan hasil kreasinya sebagai sebagai Hak Atas kekayaan Intelektual. “Saya harap langkah ini bisa diikuti oleh para pengrajin lainnya guna melindungi hasil kreasinya agar tidak diklaim oleh orang lain. Karena Saya yakin pengrajin kita sangat kreatif menemukan dan mnegembangkan motif motif baru dari hasil kerajiannyanya, namun masih sedikit yang menyadari pentingnya Hak atas Kekayaan Intelektual,”pungkasnya

Selain melakukan pembinaan kepada pengrajin di kedua desa di  daerah “gudang seni” tersebut, Ny. Ayu Pastika juga mengunjungi dua pengrajin di Bumi Lahar, Karangasem. Didampingi Ketua Dekranasda Kabupaten Karangasem Ny. Sarini Artha Dipa dan Kadisperindag Kabupaten Karangasem IGN Suarta , Ny. Ayu Pastika mengunjungi pengrajin olahan daur ulang limbah anorganik “Ujung Handycraft Collection” di Br. Dinas Ujung Tengah, Desa Tumbu, Karangasem dibawah pimpinan I Nengah Kerta. Serta pengrajin aksesoris “Seraya Silver” milik Nengah Bagus Sulendra di Banjar Merajan, Desa Seraya Barat, Karangasem. Menurut penuturan Sulendra, hasil kerajinannya saat ini dipasarkan di wilayah Sukawati dan Ubud, Gianyar. (SB-humprov)

Comments

comments