Donny Ditangkap Karena Jualan Shabu di Jalan Kartika Plasa Kuta

1335
Kasat Narkoba Polresta Denpasar, Kompol Gede Ganefo (kanan) sambil memegang 29 paket shabu bersama tersangka (Foto-ist)

SULUHBALI, Denpasar – Jajaran Sat Narkoba Polresta Denpasar berhasil mengamankan Donny (36) salah seorang yang menjadi target dalam Ops Bersinar Agung 2016 di Jalan Dewi sartika,  pada senin (11/04/2016) kemarin.

Kasat Narkoba Polresta Denpasar, Kompol Gede Ganefo saat dikonfirmasi mengungkapkan Donny merupakan salah seorang yang menjadi target dalam Operasi Bersinar (Bersih Narkoba) Agung 2016.

“Jadi, kami menerima informasi masyarakat, bahwa ada seorang pria dengan ciri -ciri. Tinggi sekitar 170 cm. kulit sawo matang, rambut sosoh, perawakan  sedang, sering menawarkan dan mengedarkan narkotika jenis Sabhu-sabhu, sepanjang jalan Kartika Plasa, dan sekitarnya. Menindaklanjuti informasi tersebut dan kami berhasil mengamankan tersangka pada Senin (11/4) kemarin sekira pukul 16.30 WITA,” terangnya, Selasa (12/4/2016).

Saat penggeledahan berhasil menemukan 1 paket sabhu yang masih digenggamnya. Selanjutnya, petugas melanjutkan penggeledahan di rumah tersangka. Alhasil, dalam penggeledahan di rumah tersangka petugas berhasil mengamankan 29 paket shabu seberat 7,54 gram, 3 butir Ekstacy, 1 buah bong, 1 buah timbangan, 1buah Isolasi dan 2 Bendel plastik clip kosong.

“Hasil pemeriksaan terhadap tersangka, barang bukti Sabhu-sabhu dan ekstasi yang berhasil disita diperolehnya dari seseorang berinisial Mas Bro yang keberadaanya  tidak diketahui dengan cara mentransfer uang terlebih dahulu ke nomor Rekening, dan selanjutnya di SMS lewat Hp, untuk mengambil barang bukti dan barang tersebut digunakan tersangka untuk dijual dan dipakai sendiri,” ujarnya.

Kini, tersangka harus kembali masuk dalam jeruji penjara setelah sebelumnya pernah menjalani Hukuman di Lapas Kerobokan atas kasus kepemilikan narkoba pada tahun 1999 dan menjalani hukuman selama satu tahun.

“Tersangka ini berperan sebagai pengedar dan pemakai. Sempat menjalani hukuman di Lapas Kerobokan atas kasus yang sama selama 1 tahun pada tahun 1999 lalu,” ungkapnya. (SB-Ijo)

Comments

comments