Dolar Meninggal Dunia

3910
Seniman Dolar saat menerima penghargaan Dharma Kusuma” dari Gubernur Bali Made Mangku Pastika (foto humas.Bali).

SULUHBALI.CO, Denpasar — Seniman Bali I Wayan Tarma (62) meninggal dunia, Sabtu (9/7/2016) di RSUD Bangli. Komedian yang punya nama panggung Dolar ini telah menderita sakit yang cukup lama, sehingga sehari-harinya harus duduk di atas kursi roda. Dolar sangat terkenal saat masa jayanya teater tradisional Drama Gong dan memiliki pasangan abadi bernama panggung Petruk.

Seniman asal banjar Dinas Siladan, Kabupaten Bangli juga telah menerima anugrah “Dharma Kusuma” dari Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Rabu 14 Agustus 2013 lalu.

Penghargaan serupa pada waktu yang sama juga diberikan pada delapan seniman lain terdiri atas I Wayan Wijaya (62), seniman kerawitan dari Banjar Tatasan Kaja, Kota Denpasar, dan Ida Bagus Gede Jumpung (82), seniman kerawitan dari Banjar Tengah, Desa Dawan Kelod, Kabupaten Klungkung.

Mangku Putu Geria (68), seniman pedalangan dari Banjar Segah, Kabupaten Karangasem, I Ketut Kenek (65), seniman Ukir dari Banjar Pujung Kaja, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, dan AA Ngurah Oka Silagunadha, BA (83), seniman tari dari Puri Anyar Kerambitan, Kabupaten Tabanan.

I Wayan Seregeg (73), budayawan dari Banjar Mekar Sari, Kecamatan Grokgak, Kabupaten Buleleng, Dr I Nyoman Catra SST MA (59), seniman tari (ilmuwan) dari Mengwi Tani, Kabupaten Badung dan I Ketut Dernen (57), seniman Kerawitan dari Kabupaten Jembrana.

Kesembilan seniman dari delapan kabupaten dan satu kota di Bali juga masing-masing menerima dana Rp8 juta termasuk pajak.

Selama kurun waktu 39 tahun (1974-2013) tercatat 411 seniman dan organisasi kesenian pernah menerima Dharma Kusuma termasuk di antaranya budayawan dan mantan Gubernur Bali, Prof Dr Ida Bagus Mantra (alm).

 

 

Comments

comments