Doktor Jondra Sebut “Cagub Bali 2018” Hanya Bermodal Alat Kelamin | Tirtawan : Akan Lapor DKPP

666
Doktor Wayan Jondra (kiri) dan Nyoman Tirtawan (foto net).

SULUH BALI, Denpasar — Calon Gubernur Bali 2018 hanya bermodal kont** (alat kelamin pria) begitu penyataan anggota Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Bali Doktor Wayan Jondra. Kontan pernyataan yang disampaikan mantan Ketua KPUD Badung ini dalam rapat pembahasan anggaran Pilgub Bali ditentang anggota DPRD Bali Nyoman Tirtawan, sehingga rapat sempat memanas.

Walau Jondra sudah memberi penyataan maaf sehingga rapat saat itu dilanjutkan. Namun sejumlah anggota DPRD Bali belum merasa cukup sampai ditahap itu. Menurut Wakil Ketua DPRD Bali  Nyoman Sugawa Korry, Senin (6/11/2017), sebagai pimpinan, pihaknya masih menunggu laporan dari Pansus, “Mereka kan ditugaskan oleh pimpinan. Kalau keputusannya apa yang diucapkan Jondra itu harus dilaporkan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) maka akan ada rapat pimpinan menyikapi hal tersebut. Jadi kita tunggu dulu.”

Pada waktu yang hampir bersamaan di gedung DPRD Bali, saat ditanya wartawan, Ketua Fraksi Panca Bayu DPRD Bali Nyoman Tirtawan mengaku siap melaporkan Wayan Jondra ke DKPP, “Dia itu sudah tidak beretika. Tidak pantas jadi seorang penyelenggara pemilihan pemimpin Bali. Kok dia sepertinya, melecehkan pekerjaannya sendiri.”

Namun demikian, Tirtawan menolak menyebut bahwa dirinya marah atau ada dendam, “Ini semata-mata untuk menegakan etika. Jangan sampai ada pejabat atau siapapun itu, dalam sidang yang terhormat mengeluarkan ucapan-ucapan yang tidak etis. Kan ada mekanismenya itu, kita ikuti saja aturan tersebut. Secara etika, haram bicara seperti itu.”

Penyataan Jondra tersebut, kata Tirtawan bisa menyebabkan perasaan tidak enak bagi calon gubernur yang akan maju. “Belum apa apa sudah ada kesan pihak penyelenggara merendahkan kandidat. Ini kan berbahaya bagi kelangsungan penyelenggaraan pilgub. Siapapun mereka, bila disebut hanya bermodalkan alat kelamin, pastilah merasa direndahkan.”

Karena itu, Tirtawan meminta dalam proses perekrutan komisioner KPUD berikutnya, harus juga menekan etika dan moral calonnya, “Jangan asal asalan. Jadinya seperti ini, komisioner yang arogan.” (SB-wan)

 

Comments

comments