Ditemukan Mayat WNA Terbungkus Bed Cover di Abiansemal

235

Mayat yang terbungkus kantong plastik dan Bed Cover. |foto-istimewa|

 

SULUH BALI, Mangupura – Warga digemparkan dengan penemuan sesosok mayat yang terbungkus kantong plastik dan Bed Cover sebuah penginapan yang ditemukan di sebuah parit, di pinggir sawah Desa Sedang, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, selasa (21/10/2014).

Sontak penemuan tersebut membuat geger warga, Penemuan mayat ini membuat warga berdatangan, ingin melihat korban dan mengundang perhatian warga yang melintas, hingga akhirnya petugas kepolisian tiba di lokasi kejadian dan langsung melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara).

Kepala Bagian Forensik dr. Ida Bagus Putu Alit, Dfm, Sp.F. |foto-ijo|
Kepala Bagian Forensik dr. Ida Bagus Putu Alit, Dfm, Sp.F. |foto-ijo|

Kasat Reskrim, Polres Badung Wisnu Wardana yang dikonfirmasi membenarkan adanya temuan tersebut. “Kami menerima laporan dari warga sekitar pukul 08.00 wita ada warga yang menemukan mayat di parit, pinggir sawah. Saat ditemukan mayat tersebut dalam kondisi terbungkus plastik lalu kita naikan dan langsung kita kirim ke Rumah Sakit untuk dilakukan otopsi,” ungkap Wisnu saat ditemui di Forensik Rumah Sakit Sanglah, Selasa (21/10/2014).

Tidak ada satupun identitas korban yang di temukan petugas di lokasi penemuan mayat tersebut, namun mayat tersebut diketahui memiliki ciri-ciri, laki-laki dengan ras Krokasia dengan tinggi badan sekitar 165 cm.

“Untuk penyebab pasti kematian korban kita masih menunggu hasil otopsi. Dari dugaan sementara korban tewas akibat kekerasan fisik karena kami menemukan luka pada bagian leher, untuk lebih jelasnya kita masih menunggu data dari hasil otopsi dari rumah sakit,” terangnya.

Kasat Reskrim, Polres-Badung Wisnu Wardana. |foto-ijo|
Kasat Reskrim, Polres-Badung Wisnu Wardana. |foto-ijo|

Sementara itu, Kepala Bagian Forensik dr. Ida Bagus Putu Alit, Dfm, Sp.F menjelaskan kematian korban akibat luka pada bagian leher yang merobek pembulu darah besar. “Dari hasil pemeriksaan luar pada tubuh korban kita menemukan 2 jenis luka yakni luka akibat benda keras dan benda tumpul. Kita menemukan luka memar pada bagian pipi dan telinga kanan. Bagian yang paling fatal sehingga korban tewas karena kami menemukan 3 buah tusukan bada bagian leher dan salah luka tersebut menyebabkan pembuluh darah besar korban di bagian kiri yang menyebabkan kematian Korban,” paparnya.

Pihak Forensik Rumah Sakit Sanglah menerima sekitar pukul 10.25 wita dan langsung dilakukan pemerikasaan luar. “dari pemeriksaan luar kita memang menemukan jenazah tersebut dalam keadaan terbungkus kantong plastik hitam pada kepala hingga dada dalam kondisi terikat. Selain itu juga pada bagian kaki juga dalam kondisi yang sama. Kami perkirakan kematian korban antara 18 sampai 24 jam sebelum kami lakukan pemeriksaan,” ungkapnya.

Lanjutnya, dari pemeriksaan fisik pada korban yang berjenis laki-laki ini diperkirakan korban merupakan ras krokasia “dari hasil pemeriksaan korban memiliki ciri-ciri, berjenis kelamin laki-laki dengan ras Kaukasia (Eropa, Afrika, Asia Barat Daya, Australia, Amerika Utara, dan Amerika Selatan.) dengan tinggi badan sekitar 165 cm dengan berat 103 kg. kami juga menemukan bekas jahitan karena operasi pada bagian perut kanan bagian bawah dan semetara pada bagian gigi sudah kita lakukan pemeriksaan juga oleh dokter gigi forensik. Saat ini kita masih menunggu Anti-mortem untuk menyocokannya,” jelasnya. (SB-IJO)

Comments

comments

Comments are closed.