Dirut RS Sanglah Akui Sistem IT Rusak

310

Dirut RS Sanglah dr.AA Sri Saraswati saat diwawancarai wartawan di RS Sanglah.

SULUHBALI.CO Denpasar – Direktur Utama Rumah Sakit Umum Pusat (RSU) Sanglah dr.Anak Ayu Sri Saraswati mengakui sistem IT (Informasi Teknologi) di RS yang dipimpinnya rusak berbulan-bulan ini, sehingga sistem pendataan menjadi terganggu. Hal ini berimbas dengan belum mampunya pihak RS Sanglah mengajukan klaim ke Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM).

 
Hal ini terungkap usai pertemuan jajaran manajemen RS Sanglah dengan Dinas Kesehatan Provinsi Bali di RS Sanglah, Senin (5/5/2014).

 
Kata dokter Saraswati, “Terlambatnya pembayaran klaim JKBM terhadap RS Sanglah karena kami telat melakukan klaim. Hal tersebut tidak bisa kami penuhi karena memang sistem komputerisasi sedang mengalami gangguan, sehingga tidak bisa digunakan seperti harap kami,” ungkapnya.

 
Sehingga semua klaim harus dilakukan RS Sanglah dengan cara manual sehingga perlu waktu panjang. Karena itu RS Sanglah minta kepada Dinas Kesehatan Bali untuk memberi dispensasi mengenai klaim tersebut. Akibat kerusakan sistem TI ini, klaim pada bulan Oktober hingga Desember 2013 belum bisa terbayarkan sebesar 16 Miliyar Rupiah. Sedangkan pada tahun 2014 baru bulan Januari yang sudah dilunasi.

 
Ia mengakui setiap harinya RSUP Sanglah menangani sebanyak 1000 pasien rawat inap dan rawat jalan yang dikerjakan secara manual sehingga perlu meminta waktu yang panjang untuk melakukan klaim tersebut.

 
Pihaknya menyatakan bahwa tidak dapat menargetkan kapan klaim yang belum terbayarkan tersebut akan rampung diselesaikan. “Karena yang mengelola tersebut bukan kami. Namun, vendor dari pihak ketiga,” ujarnya.
Ia mengharapkan proses klaim yang belum terbayarkan agar segera dapat diselesaikan secepat mungkin sehingga tidak mempegaruhi dalam fasilitas pelayanan kesehatan.

 
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Ketut Suarjaya.meminta kepada pihak RS Sanglah untuk segera melakukan pembenahan sistem komputerisasi tersebut agar tidak terhambat pelunasan klaim JKBM terhadap pihak rumah sakit.

 

 

Pihaknya juga telah meminta RS Sanglah untuk lebih ketat kembali memonitoring dalam melakukan administrasi sehingga tidak terjadi hambatan pelaporan tersebut. “Kami juga akan memonitor ini secara berkala agar tidak terjadi kesalahan yang sama di tahun berikutnya. Adanya gangguan komputerisasi tersebut dampaknya akan menghambat administrasi bagi Rumah Sakit untuk melakukan klaim,” ungkap Ketut Suarjaya.

 
Dari pertemuan itu, dikatakan bahwa proses perbaikan sistem TI akan sesegera mungkin untuk dapat dioperasikannya kembali, sehingga klaim yang menjadi piutang RS Sanglah pada UPT JKMB yang nanti akan dibayar diperubahan 2014 karena mengikuti mekanisme Pergub Nomor 54. ( SB-IJO)

Comments

comments

Comments are closed.