Dirut BPJS : Langkah Gubernur Bali Patut Dicontoh

536
Direktur Utama BPJS, Prof. Dr. dr. Fachmi Idris M.Kes (foto rka).

SULUHBALI, Denpasar – Direktur Utama BPJS, Prof. Dr. dr. Fachmi Idris M.Kes, menyatakan langkah Gubernur Bali, yang bergerak cepat dan antisipatif terhadap kebutuhan kesehatan masyarakat Bali, lewat program JKBM patut dijadikan contoh.

“Kita sangat apresiasi apa yang disampaikan oleh Gubernur Bali. Beliau sudah memulai (program JKBM) tahun 2010, saat program (BPJS) ini masih embrio. Kemudian maju, itu suatu hal yang patut dicontoh sebetulnya. Konsen dari pemerintah daerah juga di beberapa provinsi lain dan di kabupaten lain. Kemudian yang kedua, beliau menyampaikan bahwa beliau sebagai pejabat publik taat terhadap regulasi,” ungkap Fachmi Idris.

Hal tersebut ia sampaikan usai acara Penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun Anggaran 2017 Lingkup Provinsi Bali dan Penghargaan Kepada Pemerintah Daerah yang memperoleh Opini WTP serta Penandatanganan Kesepakatan Bersama dan Perjanjian Kerjasama Integrasi JKBM ke JKN, di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Renon, Senin (19/12/2016).

Ia kemudian melanjutkan, ada 2 hal yang ia lihat bisa dijadikan contoh. “Artinya beliau memang bergerak cepat dan antisipatif untuk kebutuhan masyarakat. Kedua taat terhadap regulasi yang ditetapkan. Itu pembelajaran yang berharga sebetulnya. Bahwa pejabat publik itu, ada UU ada PP ada Perpres yang suatu saat, bukan suatu saat, ya memang harus diikuti seperti itu,” ia menambahkan.

Sementara itu saat memberi sambutan, Gubernur Bali Made Mangku Pastika menyatakan, program JKBM (Jaminan Kesehatan Bali Mandara) setelah integrasi ke JKN akan tetap berjalan, hanya saja program tersebut dilaksanakan oleh BPJS. “JKBM tidak dibuang, hanya pelaksanaannya oleh BPJS,” tegasnya. (SB-Rk).  

 

Comments

comments