Dirut BPD Siapkan Sanksi Oknum Penggelapan Dana Nasabah

227

Direktur Utama Bank BPD Bali I Made Sudja. (Foto-IJO)

 

SULUH BALI, Denpasar – Kasus deposito fiktif dana nasabah yang terjadi yang melibatkan salah satu oknum di BPD Cabang Tabanan membuat Dirut BPD I Made Sudja bereaksi keras.

Made Sudja mengatakan, pihaknya saat ini sedang melakukan audit tahap kedua. “Proses audit pertama telah selesai, saat ini audit tahap kedua masih dalam proses diperkirakan dalam minggu-minggu ini semua tim audit telah menyelesaikannya,” kata I Made Sudja, ( Kamis 06/11/2014).

Made Sudja menambahkan, hasil audit tersebut akan dilanjutkan dan digunakan sebagai acuan untuk sanksi yang diberikan kepada terduga penggelapan  dana nasabah tersebut.

“Sanksi terhadap terduga pasti akan diberikan, namun sanksinya masih menunggu data dari hasil audit kedua yang diperkirakan akan selesai dalam minggu ini,” tambahnya, sembari mengatakan bahwa BPD Bali telah maksimal melakukan pengawasan terhadap dana nasabah.

Tidak hanya itu, Bank Pembanguna Daerah Bali juga akan keluar dari zona Bali dan akan membangun cabang di Jawa Timur dan Nusa Tenggara yang hasil studinya telah disiapkan oleh Fakultas Ekonomi Udayana.

Hal tersebut disampaikan langsung, Dirut Utama Bank BPD Bali I Made Sudja “Kita akan melangkang ke Provinsi Lain. Segala bentuk kajiannya telah disediakan oleh Fakultas Ekonomi Udayana dan kita juga sedang meyiapkan diri secara lembaga maupun SDM. Bank BPD di Bali tetap ada cuma kita akan membangun cabang saja,”ujarnya. (SB-Ijo)

Comments

comments

Comments are closed.