Dipimpin Jro Mangku Pinda, Gubernur Sembahyang di Pura Basukian

165

Gubernur saat melihat foto upacara di Pura Basukian, Besakih. (foto humas pemprov Bali).

SULUHBALI.CO, Karangasem — Gubernur Bali Made Mangku Pastika melakukan persembahyangan bersama sejumlah kepala SKPD di lingkungan Pemprov Bali di Pura Basukian Puseh Jagat, di Kawasan Pura Luhur Besakih, Sabtu (2/11).

pinda2
Jero Mangku memberi Gubernur Mangku Pastika Tirta saat sembahyang di Pura Basukian, Besakih. (foto humas pemprov Bali)

Persembahyangan yang dilakukan tepat di hari raya Kuningan itu menyimpan makna khusus bagi Pastika. Tepat sebelas tahun yang lalu dengan tanggal dan hari yang sama ia berkesempatan melakukan upacara mendem dasar di pura Besukian yang tengah dipugar. “Waktu itu saya masih menjadi Ketua Tim Investigasi Kasus Bom Bali. Dan setelah itu berkat tuntunan Ida Betara akhirnya hari itu juga kita berhasil menemukan nomor kir mobil yang dipakai Amrozy untuk melakukan aksi terornya di Bali.

“Dengan berbekal petunjuk itu akhirnya kita berhasil mengungkap aksi teror yang mengguncang Bali saat itu” demikian tutur Pastika sambil mencermati sejumlah foto-foto yang memperlihatkan prosesi upacara pemugran di pura yang merupakan pusat Puseh seluruh Bali tersebut.

Persembahyangan dipimpin Jro Mangku Made Pinda berlangsung dengan khusyuk meski diiringi derasnya hujan.

 

“Sesumbar” Murni Opini Wartawan Bali Post

 Sementara itu, Kepala Biro Humas Setda Bali Drs.I Ketut Teneng, SP.M.Si telah bersurat kepada Bali Post untuk memberi koreksi pada berita Bali Post edisi Rabu tanggal 30 Oktober 2013 halaman 1 dengan judul  “Pastika Pertanyakan Alasan Sabha Pandita Tolak KSPN Besakih”.

Menurut Teneng apa yang ditulis wartawan Bali Post Widana, berbeda dengan apa isi wawancara sejumlah wartawan, termasuk Widana dengan Gubernur Bali Mangku Pastika, Selasa 29 Oktober 2013 di Gedung DPRD Bali, Denpasar usai sidang paripurna DPRD Bali.

Berita tersebut merupakan pengembangan lebih lanjut dari berita Bali Post edisi Selasa, 29 Oktober 2013 pada halaman 2 yang berjudul “Fraksi PDI-P Tolak KSPN Besakih, DPRD Diminta Panggil Gubernur.

Pihak humas beserta jajarannya, kata Teneng kemudian mengkaji lebih dalam, mengapa berita yang muncul di Bali Post sangat berbeda dengan berita di media lain, dengan fokus wawancara yang sama dengan sumber yang sama pula.

widana1
Wartawan Bali Post (Widana) kiri saat mewawancarai gubernur Bali dalam sebuah kesempatan. (foto raka wirawan).

“Selanjutnya berdasarkan kajian kami terhadap berita dan video rekaman wawancara yang ada, karena humas memiliki lengkap dalam bentuk audio dan video, terdapat ketidaksesuaian antara berita yang dimuat Bali Post dengan rekaman video wawancara wartawan Bali Post dengan Gubernur Made Mangku Pastika sebagai berikut :

 

  •  Pemuatan kutipan pernyataan Gubernur Made Mangku Pastika tidak utuh dan tidak lengkap pada alinea pertama. Dalam berita ditulis : “Saya mau tanya pihak yang menolak, yang ditolak apanya  dan apa alasannya menolak. Ayo coba kasi tahu saya. Kalau dibilang di sana (Besakih) akan dibangun lapangan golf, hotel, kafe, yang mau buat siapa.

Dalam rekaman video “Sekarang saya mau tanya pihak yang nolak itu, yang ditolak itu apanya? Coba, cobalah dikasi tahu…..Kan kamu (melihat wartawan bali post) bilang tadi kalau nanti ini…, kalau itu….(dibangun lapangan golf, café dan hotel)… Yang bikin itu siapa?

  • Pada alinea kedua juga dikutip pernyataan Gubernur menjawab pertanyaan wartawan Bali Post soal penolakan dari Sabha Pandita sebagai berikut: ”Nanti kita tanya apanya yang ditolak oleh ida para pandita ini. Saya pengen tahu,”.

Dalam video rekaman sebagai berikut : “Ya nggak tahu, makanya nanti tgl 5 itu ditanya, yang ida para pandita tolak itu apanya? Saya pengen tahu dong…..jika yang disampaikan masuk akal……

  • Selanjutnya pada alinea ketiga ditulis “Ia bahkan mengajak para pihak yang menolak KSPN Besakih untuk berpikir jernih dan tidak berpikiran negatif”. Pada rekaman video Humas, tidak ada sedikitpun Gubernur Mangku Pastika mengatakan kata-kata …dan tidak berpikiran negatif itu.
  •  Selanjutnya pada alinea keempat halaman sambungan, di bawah subjudul Sesumbar, Bali Post menulis “…Pastika dengan sesumbar bertanya apa yang telah dilakukan para pihak yang mempermasalahkan ataupun menolak sejumlah kebijakannya dst…..

“Menurut hasil kajian kami, Tulisan ini sangat sumir karena bukan fakta,” ujar Teneng sambil menambahkan bahwa Kebijakan KSPN bukan kebijakan Pemprov Bali tetapi kebijakan nasional.

Tentang Gubernur Mangku Pastika menyampaikan tanggal 2 November 2002 beliau mendem pedagingan di Pura Besukian, Besakih, serta pada April 2004 mengetok palu meresmikan nama Majelis Utama Desa Pakraman (MUDP) di Samuan Tiga, bukan untuk maksud dan tujuan sesumbar tetapi untuk mengungkapkan fakta yang sebenarnya yang sangat penting untuk memperkuat pernyataan beliau bahwa beliau tidak mungkin mengganggu apalagi merusak kesucian pura.

“Kata sesumbar itu murni opini pribadi wartawan Bali Post Widana atau pihak Bali Post dan bukan kata-kata narasumber berita dalam hal ini Gubernur Bali Made Mangku Pastika,” tegas Teneng.

Hak koreksi ini sudah dikirim ke Bali Post, juga ditembuskan ke Menteri Komunikasi dan Informasi RI di Jakarta, Dewan Pers di Jakarta sebagai laporan dan arsip, “Demikian hak koreksi yang kami sampaikan, untuk dimuat pada Bali Post agar masyarakat menjadi tahu dan faham adanya,” jelas Teneng.

(SB-TIM SB)  

 

 

Link video wawancara, sumber humas Pemprov Bali. https://www.facebook.com/photo.php?v=10201828195778987&set=vb.110324702433764&type=2&theater

 

 

Info Kami :

www.suluhbali.co solusi marketing dan komunikasi di dunia maya di media sosial seperti facebook, twitter dan google

Bergabung bersama kami di www.facebook.com/suluhbaliCO untuk selalu mendapatkan berita berita yang menginspirasi dan mencerdaskan.

Follow twitter @suluhbalidotco

Hubungi kami di suluhbaliku@gmail.com untuk solusi marketing, iklan, grafis, video dan profil partai serta profil calon legislatif.

Comments

comments

Comments are closed.