Dipasang Jalan Beton | Pantai Atuh Nusa Penida tak Alami Lagi

506
Pasih Atuh yang kini memiliki jalan beton (fotos jd)

SULUH BALI, NUSA PENIDA — Mencuatnya nama Nusa Penida di kancah pariwisata Bali tidak diimbangi dengan cara pengelolaan yang profesional sebagai tujuan berwisata alternatif. Seperti misal, sejumlah destinasi unggulan seperti Pantai Atuh yang dikenal memiliki panorama yang mengagumkan dan tidak kalah dengan destinasi lainnya di Bali.

Namun kini, pantai ini hilang kealamian yang selama ini dicari para pelancong. Karena sudah ada jalan beton yang cukup lebar tepat di pinggir tebing, sehingga kesan sudah direkayasa oleh manusia nampak merusak pemandangan. Sungguh sebuah ironi, saat di daerah lain di Bali sudah hilang kealamiannya, Nusa Penida pun akan bernasib sama, bila tak ada yang peduli.

Bahkan dengan melonjaknya pelancong ke pemandangan alam ini, justru citranya dicoreng dengan adanya pungutan. Ini membuat polemik di kalangan guide yang sering membawa pelancong kesini dan sangat menyayangkan perubahan yang terjadi.

Seorang guide bernama I Gede Sukara mengatakan jauh beda, menikmati pantai Atuh sekarang bayar, kalau parkir masuk akal. “Kita sebagai guide juga kena, ini tidak baik bagi citra Nusa Penida. Coba pikir matang-matang jangan sampai citra ini sama dengan yang terjadi di Kintamani. Setiap pelancong dikenakan 5 ribu rupiah per orang, pokok pantai ini jadi privat.”

Belum lagi kata Sukara, keasrian menuju ke pantai mulai terusik, semenjak dibangun jalan beton malah rancu. Akses menuju ke pantai ada tiga. Jika pelancong mau pilih tergantung dari mereka. Bila mau menikmati pesona pemandangan yang mutahir akses menuju Dusun Pelilit dan jika cepat sampai ke tujuan akses dari Dusun Karang.

“Jika hal ini tidak disikapi lebih bijaksana, akan menimbulkan efek negatif perkembangan pariwisata Nusa Penida. Padahal Nusa Penida mulai dikenal kok ini malah menimbulkan kesan kurang baik,” keluh Sukara.

Guide lainnya juga mengeluhkan pantai Atuh mulai jadi privat. I Putu Gede Sukawidana mengatakan sungguh diluar dugaan kini pantai eksotik mulai tidak bisa diakses warga dan pelancong lainya. Justru dipungut retribusi. Inikan pantai milik publik kok malah banyar, kalau parkir okelah, jangan begitu dong, ” berangnya.

Hampir semua destinasi yang ada akses menuju lokasi lahannya milik pribadi. Bisa-bisa warga dan pelancong sulit menuju kesana. Sukawidana mengharapkan masalah ini bisa diselesaikan segera jangan berlarut-larut.

Restribusi parkir harusnya diimbangi dengan fasilitas penunjang seperti tiolet dan pengaman. Pasih Uug juga begitu, pungut restribusi dengan jarak jauh. Belum lagi tidak diawasi parahnya lahan parkir seadanya.

Fotografer I Wayan Mardana mengeluhkan jalan menuju pantai Atuh kini berubah jadi beton. Biarkan alami akses menuju kesana. Jadi lahan parkir saja yang dibenahi atau akses hal sama di dirapikan bukan dari Dusun Pelilit. Bidikan foto jadi kacau. (SB-tim)

 

Comments

comments

Comments are closed.