Diminati Ibu-Ibu, Karena Buahnya Besar dan Panjang

239
Pisang hijau taiwan. (foto-rk)

SULUH BALI, Tabanan – Kebutuhan buah pisang, terutama untuk keperluan upacara, hari raya maupun konsumsi di Bali terbilang tinggi. Permintaan lebih tinggi dari pasokan, membuat harga buah pisang terus melambung. Apalagi beberapa jenis pisang banyak yang gagal panen akibat terserang penyakit. Untuk memenuhi tingginya permintaan buah pisang, pasokan dari luar daerah tak terhindarkan.

Untuk itu, kini mulai dilirik untuk dikembangkan jenis “pisang hijau taiwan”. Pisang jenis ini buahnya banyak, besar-besar dan panjang. “Pisang hijau taiwan ini bisa berbuah sampai 18 sisir (ijas), bahkan lebih,” ungkap Ngurah ditemui di stand yang memamerkan pisang hijau taiwan, pada Pemeran Kerajinan dan Festival Kuliner, Jumat (25/11) di areal Gedung Kesenian, I Ketut Mario, Tabanan.

“Rata-rata umur 9 bulan sudah mulai berbuah. Pisang ini sangat cocok dan mudah dikembangkan disini, karena tidak terbatas untuk daerah tertentu saja. Di dataran rendah bisa, di dataran yang agak tinggi juga cocok,” tambahnya. Ia pun menuturkan, warna pisang saat sudah matang tetap berwarna hijau. “Mungkin karena hal itu, maka pisang ini dinamakan pisang hijau taiwan,” katanya sambil tersenyum, seraya menambahkan saat ini pisaang ini sudah mulai dikembangkan dalam skala besar di daerah Penebel.

Pajangan buah pisang hijau taiwan, dengan buahnya yang banyak, besar-besar dan panjang, menjadi daya tarik bagi para pengunjung pameran. Banyak pengunjung, terutama ibu-ibu yang langsung membeli bibit pisang ini untuk mencoba dikembangkan di rumahnya. “Ya harga bibitnya tidak begitu mahal, buahnya itu lho menarik, besar-besar, banyak dan panjang-panjang,” seorang ibu-ibu pembeli memberi alasan. Untuk satu bibit pisang, dibanderol Rp 15 ribu.(SB-Rk)

Comments

comments