Dikirimi Sampah, DKP Bersihkan Pantai Kuta

143

Sampah yang sudah dikumpulkan di pantai Kuta (foto Ijo).

SULUH BALI, Mangupura – ‎Pantai Kuta sudah mulai diserbu sampah kiriman, meskipun hal tersebut sedikit mengganggu pemandangan namun, antusias wisatawan untuk menikmati pantai Kuta masih terlihat ramai. Bahkan sampah kirimin juga sudah mulai menepi di kawasan pesisir Pantai Seminyak dan Petitenget.

Menurut PLT Ketua Satgas Pengelola Pantai Kuta, Mangku Wayan Sirna mengatakan, sampah kiriman ini sudah mulai menyerbu sejak 3 hari lalu. Ketika datangnya hujan yang disertai angin yang menerpa Pantai Kuta. “Memang sampah datang ke Kuta dari 3 hari lalu. Kita sudah antisipasi itu dengan cara bersih-bersih pantai yang dilakukan anggota satgas pengelola pantai bersama para pedagang sekitar pantai dan juga petugas kebersihan dari DKP Badung serta pihak Coca-Cola,” terangnya, Senin (08/12/2014)

Sementara itu Kepala Dinas Kebersihan dan Pertahanan Kabupaten Badung, I Putu Eka Merthawan dihubungi terpisah menerangkan‎ sebanyak 3 loader dan 6 dam truk angkut lengkap dengan para personilnya siap diterjunkan guna menindaklanjuti sampah kiriman tersebut. Jika terjadi pembludakan sampah, maka akan ada penambahan personil hingga 3 tahapan.

“Untuk Unit Reaksi Cepat (URC) ada 23 orang. Tapi apabila dalam situasi yang lebih gawat lagi, kami akan terjunkan tambahan 100 personil plus armadanya di tahap pertama, 100 personil lagi di tahap kedua, dan 150 personil di tahap ketiga. Jadi total ada 350 plus 23 personil yang kami siapkan,” terang Eka Merthawan .

Lanjut Eka Merthawan, mengenai musim sampah kiriman yang biasa muncul di bulan Desember, Januari, dan Februari tersebut, berdasarkan informasi yang didapat dari para nelayan, diperkirakan puncak datangnya sampah kiriman akan terjadi di sekitar bulan Februari mendatang.

“Tapi itu perkiraan yang belum valid. Itu hanya informasi yang didapat dari para nelayan karena mereka melihat laut bagian dalam kini sudah penuh sampah. Jadi sekarang tergantung keadaan angin saja. Tapi kami harap, sampah yang datang tidak membludak lah,”harap Eka Merthawan.

Lanjut Eka Merthawan, guna menyikapi datangnya sampah kiriman tersebut. Partisipasi semua pihak sangatlah diperlukan adanya, mengingat masalah sampah tersebut bukanlah tanggungjawab DKP saja, melainkan semua pihak termasuk diantaranya usaha-usaha akomodasi pariwisata.

Guna memaksimalkan peran masyarakat dalam mengatasi sampah kiriman, pihaknya juga telah mempersiapkan 4 armada dump truck yang akan diserahkan tidak lama lagi kepada pihak Desa Adat Kutuh, Kedonganan, Kelan, dan Kuta. “Kami harap desa adat berperan serta dan kami lebih diringankan karena sudah desa adat yang ambil alih. Untuk desa adat yang lainnya, kami harap bersabar dahulu,” imbuhnya. (Sb-Ijo)

Comments

comments