Digelar Operasi Pasar, Sikapi Lonjakan Harga Beras di Bali

SULUH BALI, Denpasar – Bank Indonesia Provinsi Bali melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menggelar operasi pasar di Pasar Kereneng, Denpasar, menyikapi melonjaknya harga beras pada Jumat (27/2).

“Ini merupakan salah satu upaya TPID dalam menstabilkan harga beras,” kata Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Gentur Wibisono di Denpasar, Kamis (26/2/2015).

Operasi pasar tersebut digelar BI bekerja sama dengan Bulog serta Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bali.

Dia menjelaskan bahwa operasi tersebut digelar pada Jumat (27/2) mulai pukul 06.00 WITA.

Operasi pasar tersebut dijadwalkan dipimpin langsung oleh Ketua TPID Bali yang juga Wakil Gubernur Bali, Ketut Sudikerta.

Operasi pasar tersebut diharapkan membantu masyarakat dalam mendapatkan harga beras yang lebih murah.

Sementara itu Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengemukakan jika mengacu pada aturan, operasi pasar bisa digelar kalau kenaikan harganya sudah di atas 10 persen.

“Tetapi bisa saja untuk mencegah agar tidak sampai naik terlalu tinggi, sehingga perlu operasi pasar,” ucapnya.

Mantan Kepala Polda Bali itu mengungkapkan mengingat harga beras biasanya berlaku secara nasional, sehingga begitu ada perubahan di daerah lain, akan berpengaruh juga terhadap harga beras di Bali.

Namun Pastika mengharapkan tidak perlu khawatir karena stok beras di Pulau Dewata mencukupi.

“Kami ‘kan punya cadangan sebanyak 100 samapi 200 ton,” katanya.

Harga beras di sejumlah pasar di Bali sudah berada di atas Rp11.000 perkilogram. Bahkan di Kuta, Kabupaten Badung, harga beras mencapai Rp12.000 per kilogram. (Rk/Ant)

Comments

comments