Ketua Bawaslu Bali sedang mewawancarai Profesor Subawa (foto rio).

SULUH BALI, DENPASAR – Profesor Dr. Made Subawa membantah jika dirinya mendukung salah satu pasangan calon gubernur dari nomor urut 1, Wayan Koster-Tjok Oka Arta Ardana Sukawati (Koster-Ace). Hal tersebut disampaikan Prof Subawa usai diperiksa selama tiga jam di Bawaslu Provinsi Bali pada, Rabu (28/3).

Guru besar bidang hukum Universitas Udayana ini menjelaskan dirinya tidak pernah mengatakan Koster layak jadi gubernur seperti yang dilansirkan di media. “Sayakan sebagai panelis harus netral, tidak boleh mendukung pasangan calon mana pun,” ujarnya saat ditanya wartawan.

Menurutnya, apa yang disampaikannya waktu itu sesungguhnya tidak sedang mendukung salah satu paslon. “Saya tidak mengatakan itu (koster layak jadi gubernur, red),” ujarnya.

Namun, Prof Subawa tetap minta maaf apabila ada pernyataan tersebut. “Jika memang ada (pernyataan) sebagai manusia biasa pasti saya minta maaf,” ujarnya.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, ketua Bawaslu Provinsi Bali, Ketut Rudia mengatakan pihaknya akan mengumpulkan dulu semua hasil pemeriksaan dan kemudian baru disimpulkan. “Jika memang ada pelanggaran baru kita panggil lagi untuk diperiksa,” ujarnya.

Pemeriksaan tersebut terkait dengan adanya dugaan ucapan yang disampaikan oleh tiga guru besar unud beberapa waktu lalu yang dinilai menguntungkan salah satu paslon.

Seperti yang diberitakan sebelumnya Pasangan Calon Gubernur -Wakil Gubernur nomor urut 1, Wayan Koster-Tjok Oka Arta Ardana Sukawati (Koster-Ace) menuai pujian dari guru besar Universitas Udayana, yang menjadi penelis pada Uji Publik Pilgub Bali 2018 “Berebut Tahta Pulau Dewata”. Kegiatan ini digelar Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Udayana (UNUD), Jumat (23/3/2018).

Usai mempresentasikan visi misi dan program Kerja yang dibingkai dalam konsep besar “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”, Koster-Ace mendapat pujian dari tiga guru besar FH Unud selaku panelis, yakni Prof. Yohanes Usfunan (Guru Besar Hukum Tata Negara) , Prof Made Subawa (Guru Besar Hukum Tata Negara) dan Prof. Wayan P Windia (Guru Besar Hukum Adat). (SB-Rio) 

Comments

comments