Didakwa Pasal Berlapis Akibat Kasus Tanah

129

SULUHBALI.CO, Buleleng – Kepala Desa Sumberkima, Kabupaten Buleleng, Bali, I Putu Wibawa, didakwa dengan pasal berlapis dalam kasus pungutan dana pengadaan sertifikasi tanah oleh pemerintah melalui Program Nasional Agraria (Prona) senilai Rp265 juta.

Dalam sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Denpasar, Selasa, terdakwa didakwa melanggar Pasal 12 huruf e Ayat18 jo Pasal 65 Ayat 1 KUHP subsider Pasal 11 KUHP dengan ancaman hukuman minimal empat tahun penjara.

“Terdakwa telah melakukan pungutan dalam pengadaan sertifikat Prona tahun 2008 dan 2011, padahal dalam sosialisasi yang dilakukan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Buleleng hal tersebut gratis,” kata Jaksa Penuntut Umum Putu Gede Suriawan.

Dalam persidangan yang diketuai oleh Ketua Majelis Hakim Made Suena terungkap biaya yang disiapkan oleh BPN tahun 2008 senilai Rp310 juta untuk penerbitan 1.000 sertifikat tanah.

Dengan demikian penerbitan sertifikat untuk setiap bidang tanah senilai Rp310 ribu yang dianggarkan untuk biaya permohonan blangko dan biaya sosialisasi pada masyarakat.

Namun terdakwa mengenakan pungutan senilai Rp600 ribu per sertifikat untuk sebidang tanah sehingga total uang yang terkumpul Rp160 juta dari 267 pemohon.

Sedangkan tahun 2011 anggaran yang disediakan BPN Rp1,2 miliar untuk penerbitan 4.000 lembar sertifikat. Namun Putu Wibawa malah melakukan pungutan setiap sertifikat Rp700 ribu. Pada saat itu total pemohon 150 orang sehingga uang yang terkumpul Rp105 juta.

Pada tahun 2008 dana yang terkumpul dari para pemohon Prona tersebut dipergunakan antara lain, diserahkan kepada Gede Kardin Yudiasa selaku koordinator Prona Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Rp80 juta.

Selain itu dana tersebut juga diberikan kepada delapan kepala dusun di Desa Sumberkima, Sekretaris Desa Sumberkima I Ketut Wirten Rp3 juta, dan terdakwa sendiri menerima Rp4,5 juta.

Selanjutnya pada tahun 2011 dana yang dihimpun dari masyarakat juga dipergunakan oleh terdakwa seperti tahun 2008, namun sisa dana yang dia bawa mencapai Rp26 juta. (SB-ant)

Comments

comments

Comments are closed.