Magriet di kursi terdakwa di PN Denpasar (foto Rka).

SULUH BALI, Denpasar –– Sidang perdana kasus kematian gadis cilik Engeline, Kamis (22/10/2015) di Pengadilan Negeri Denpasar, mengghadirkan terdakwa Margriet Christina Megawe. Duduk di kursi terdakwa mengenakan baju putih lengan panjang, ia terus menangis, beberapa kali menyeka dan mengusap air matanya dengan tissue. Dengan kepala menunduk, wanita yang sekaligus ibu angkat Engeline ini juga sering menggeleng-gelengkan kepala saat mendengarkan surat dakwaan yang dibacakan jaksa penuntut umum.

Dalam dakwaannya jaksa penuntut umum menyebutkan bahwa pada jenazah anak perempuan berumur sekitar 8 tahun (Engeline) yang sudah membusuk (penyabunan) ditemukan luka-luka dan pendarahan di dalam otak yang disebabkan oleh kekerasan tumpul. Kemudian ditemukan juga luka bakar pada punggung kanan yang sesuai akibat disulut api rokok. Sebab kematian anak ini (Engeline) adalah kekerasan tumpul pada kepala yang menimbulkan pendarahan dalam otak. Perbuatan terdakwa diatur dan diancam pidana sebagaimana dimaksud dalam pasal 340 KUHP.

Selain itu terdakwa juga diancam pidana sebagaimana diatur dalam pasal 76 A huruf a jo Pasal 77 UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Karena terdakwa memberikan memberikan pekerjaan yang berat kepada korban untuk memberi makan dan minum kepada seratusan ayam milik terdakwa. Terdakwa juga tidak memberikan makanan kepada korban dengan asupan gizi (kualitas dan kuantitas) yang baik untuk pertumbuhan korban sehingga mengakibatkan badan korban kurus.

Usai dibacakan dakwaan, penasihat hukum Margriet, Hotma Sitompul,SH dan timnya melakukan pembelaan. Hadir juga di persidangan tersebut ibu kandung Engeline, yang terus menangis saat dibacakan dakwaan oleh jaksa penuntut umum dan juga anak kandung Magriet. Persidangan menarik perhatian awak media, baik media lokal maupun nasional. Begitu pula masyarakat umum termasuk kepala sekolah Engeline juga datang langsung menyaksikan jalannnya sidang. Sidang akan dilanjutkan pada hari Selasa depan (27/10/2015). (SB-rka).

Comments

comments