Dharma Shanti Nyepi: Bersama Menjadi Terhormat

0
440

Para Sulinggih yang turut dalam Dharma Shanti Nyepi di Art Centre (foto raka)

SULUHBALI.CO, Denpasar – Perayaan Hari Raya Nyepi telah menjadi identitas religius cultural masyarakat Bali yang telah diterima dan dihormati di dunia internasional. Hal tersebut disampaikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika dalam acara Dharma Shanti memperingati  Hari Raya Nyepi  tahun saka 1936, peringatan 55 tahun PHDI Bali, dan 10 tahun Majelis Desa Pakraman dengan tema “Ngiring Sareng-sareng Gilik Saguluk Bangkit Bersama Menjadi Terhormat Menuju Bali Santi” yang digelar di Taman Budaya Art Center, Denpasar. Sabtu (12/4/2014).

“Kita harus menjaga penghormatan ini sebagai pengamalan catur berata penyepian,” ungkap Pastika dalam sambutannya.

Ia juga mengatakan sesuai dengan tema dharma shanti ini, semangat sagilik saguluk tetap relevan menjadi pedoman bagi seluruh krama Bali untuk mewujudkan Bali yang santi. Semangat ini akan menuntun krama Bali menyelesaikan setiap permasalahan kemasyarakatan dan pembangunan yang bijaksana sehingga tidak menimbulkan gejolak.

“Mereka tidak boleh terpancing oleh isu-isu yang menyesatkan yang dapat memecahbelah persatuan. Semua permasalahan agar dikelola dengan semangat dialogis, yaitu saling memberi dan saling menerima serta saling mendengarkan dan saling memahami sehingga memperkuat kerukunan tersebut menuju Bali yang santi, Bali yang terhormat,” ungkapnya.

Pastika juga menyampaikan bahwa peranan Parisada Hindu Dharma Indonesia sebagai representasi para Pembina umat yang “ngayah” untuk memberikan perhatian, pembinaan dan pengayoman terhadap umat hindu secara menyeluruh dituntut untuk solid.

“Saya sebutkan ini supaya kita semua meresapi hal ini. PHDI sebagai lembaga tinggi umat hindu dalam usia yang sudah tergolong dewasa tetap harus mampu menerapkan pola pembinaan yang kontekstual dan adaptatif, melalui nilai-nilai dan ajaran agama hindu yang aplikatif dan sederhana sehingga dapat diterima umat dan tidak membebani umat,” jelasnya.

Lebih lanjut Ia mengungkapkan tentang peranan Majelis Desa Pakraman dalam usia yang tergolong masih muda sudah berkontribusi besar dalam pembangunan krama dan daerah Bali.

Pastika serahkan kunci sepeda motor utk Bendesa Adat se Bali
Gubernur menyerahkan sepeda motor secara simbolis ke MUDP. (foto raka)

“Sebagai partner pemerintah daerah, Majelis Desa Pakraman tidak hanya berkewajiban memberikan masukan dan pertimbangan kepada pemerintah daerah, tetapi juga mengawal kebijakan pemerintah daerah dalam melaksanakan pembangunan terutama terkait dengan eksistensi desa pakraman serta pelestarian adat dan budaya secara menyeluruh,” paparnya.

Pastika berharap kegiatan dharma shanti ini dapat semakin mendamaikan suasana batin umat hindu dan seluruh krama Bali setelah menyelesaikan rangkaian ritual hari raya nyepi tahun saka 1936.

 

Sepeda Motor

Usai memberikan sambutan, Mangku Pastika yang didampingi oleh Ketut Sudikerta dan Ketua Komisi I DPRD Bali, Made Arjaya, menyerahkan sepeda motor kepada seluruh Bendesa Adat, yang diterima secara simbolis oleh ketua MUDP Bali. Hal tersebut sebagai perhatian pemerintah untuk desa pekraman di Bali. Acara kemudian dilanjutkan dengan pagelaran drama tari kebesaran Dalem Waturenggong dan dramatari Keutamaan Mpu Kuturan, yang dipersembahkan oleh yayasan Waturenggong. Dalem Waturenggong dikenang sebagai kerajaan yang mampu mengangkat Bali kepada masa kejayaannya, pada masa itu pula dikenang sebagai masa dimana Mpu Kuturan mampu mempersatukan sekte-sekte yang yang ada di Bali. Peristiwa yang bersejarah tersebut terjadi 10 abad silam atau 1000 tahun yang lampau. (SB-Lik-Raka)

video-gustiar

Comments

comments