Dewandra Djelantik | Klien Sebagai Teman, Bukan Raja

462

Dewandra Djelantik. |foto-raka|

 

SULUHBALI.CO, Denpasar – Sekarang membuat foto yang bagus dan menarik itu banyak yang bisa. Apalagi dengan kemajuan teknologi kamera yang terus menawarkan kemudahan secara teknis, juga tersedianya software beragam sarana editing foto. Tapi sangat sedikit orang atau fotografer yang memiliki skill untuk menjual karya-karya foto yang dihasilkan.

“Teus terang saya sangat banyak dibantu oleh sosial media dalam  menjual maupun memperkenalkan hasil karya foto-foto saya,” ungkap Dewandra Djelantik, seorang fotografer profesional Bali, menceritakan bagaimana ia mengawali langkahnya untuk bisa menjual hasil karya foto maupun jasa fotografinya. “Makanya kemanapun saya pergi saya pasti bawa gadget saya ini. Saya tidak malu memperlihatkan portfolio saya bila ketemu orang, maupun sahabat,” ia menambahkan.

Ia membagi tips dan pengalamannya tersebut ketika diundang sebagai narasumber saat diadakan diskusi tentang bisnis fotografi di Bali, di Griya Santrian Gallery, Sanur, Sabtu (6/9/2014). Dihadiri puluhan fotografer Bali dengan beragam pertanyaan khususnya seputar tips promosi, menjual, mendapatkan serta menjaga hubungan dengan klien.

Dewandra Djelantik dan para Fotografer foto bersama. |foto-raka|
Dewandra Djelantik dan para Fotografer foto bersama. |foto-raka|

“Saya mencoba merubah mindset saya, kalau selama ini klien dipandang sebagai bos atau raja, tapi saya memposisikan klien itu sebagai teman atau sahabat. Dan ternyata dengan cara seperti itu klien merasa nyaman, percaya dan menjalin hubungan bisnis yang panjang. Logikanya posisi sebagai teman kita akan terus menjaga kepercayaan itu,” katanya.

Namun ia dengan nada serius mengingatkan para fotografer yang akan bergerak di jalur profesional agar menghilangkan sikap bak seorang diva.Yang sengaja atau tidak sengaja susah dihubungi, sok susah dihubungi atau ditemui. “Saya sendiri selalu siap dihubungi 24 jam dalam 7 hari,” kata fotografer dengan kepala plontos ini yang pada saat membagi tips didampingi Ida Bagus Gede Sidharta Putra, pemilik Griya Santrian Gallery Sanur. Kemudian saat acara berlangsung, hadir pula fotografer profesional Kristupa W. Saragih, yang juga dengan senang hati dan bersemangat memberi motivasi serta berbagi seputar fotografi professional.

Acara diskusi tersebut digelar, menurut Iwan Darmawan selaku penyelenggara, adalah sebagai langkah awal untuk nantinya membuat acara yang lebih besar lagi. Yakni diadakannya festival fotografi internasional di Bali. “Bali memiliki potensi untuk itu, kalau selama ini para fotografer dari seluruh dunia datang kesini untuk memotret alam dan budaya Bali, maka nanti kita akan adakan festival fotografi internasional disini,” ungkap Iwan Darmawan. Hal tersbut juga diamini oleh Ida Bagus Sidharta Putra, sosok yang selama ini telah sukses menyelenggarakan Sanur Village Festival ini. (SB-Raka).

Comments

comments

Comments are closed.