Denpasar Sebagai Tuan Rumah Healthy City Conference Expo 2014

31

SULUH BALI, Denpasar – Kota Denpasar sebagai Ibu Kota Provinsi Bali yang masuk dalam jaringan kota sehat di Indonesia, ditunjuk Kementerian Kesehatan sebagai tuan rumah pelaksanaan Indonesia Healthy City Conference and Expo 2014, yang dilaksanakan pada Selasa (21/10/2014) di Ball Room, Sanur Paradise Plaza Hotel yang dibuka Dirjen Pengendalian dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan, dr. M. Subuh, yang didampingi  Walikota I.B Rai Dharmawijaya Mantra.

“Kota Sehat tidak saja dapat dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan namun juga mampu menjadi program holistik yang telah dirancang oleh masing-masing SKPD dengan peningkatan partisipasi masyarakat di Kota Denpasar sejak tahun 2009 lalu,” ujar Walikota Rai Mantra.

Adanya pertemuan ini menjadi wahana tukar pikiran antar masing-masing daerah di Indonesia, sehingga pelaksanaan program kota sehat tidak saja dapat dilakukan oleh pemerintah, namun juga dapat meningkatkan partisipasi seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan Denpasar Kota Sehat.

Rai Mantra juga menjelaskan pertumbuhan penduduk di Kota Denpasar terus meningkat yang mencapai 850.600 jiwa dengan kepadatan penduduk 6.526 orang  per kilometer persegi. Angka ini merupakan angka tertinggi di Prov. Bali tentunya menimbulkan berbagai permasalahan seperti kebersihan, munculnya pemukiman kumuh, kepadatan arus lalulintas, pencemaran udara, kekerasan, penggunaan obat-obatan terlarang dan masalah-masalah sosial lainnya.

Sehingga dalam mewujudkan kota sehat diperlukan kerjasama kemitraan diberbagai sektor dan antar kabupaten/kota, sehingga melalui kegiatan Healthy City Conference and Expo ini kiranya dapat melahirkan gagasan besar tentang upaya membangun kota sehat di Indonesia.

Dirjen P2PL dr. M. Subuh mengatakan tantangan kedepan mewujudkan kota sehat dengan permasalahan yang banyak diluar kesehatan. Yakni masalah pemukiman, infrastruktur, drainase dan permasalahan lainnya. Sehingga peran lintas sektoral dapat dikemas dalam satu kebijakan yang bisa merubah perilaku maupun peran serta yang lebih aktif dari masyarakat.

Ia juga menjelaskan Pemerintah telah mengeluarkan PP No. 66 Tahun 2014 tentang kesehatan lingkungan yang mengatakan bahwa kewenangan tanggungjawab pemerintah daerah dalam menjamin kesehatan lingkungan diwilayah dan akses kesehatan lingkungan untuk masyarakatnya.

“Dalam menyikapi hal ini kita harus membuat rencana strategi yang benar-benar bersinergi dengan  berbagai program kota sehat di tingkat masyarakat. Dalam mewujudkan kota sehat dibutuhkan peranserta yang baik antara pemerintah, masyarakat dan LSM, serta para pelaku bisnis, sehingga pemerintah dapat lebih membuka diri dan memberi peran lebih besar kepada masyarakat melalui pemberdayaan masyarakat serta lebih memahami aspirasi kebutuhan masyarakat secara langsung. Penegakan yang sifatnya top down dan instusional harus dikurangi dan kebutuhan masyarakat dapat diutamakan,” ujarnya.

Sementara Plt. Kepala Bappeda Denpasar, Dewa Nyoman Semadi mengatakan peserta Conference diikuti 300 orang yang terdiri dari bupati/walikota, kepala SKPD, pengelola rumah sakit dan puskesmas, serta perusahaan asuransi kesehatan. Kegiatan ini akan berlangsung selama dua hari dari 21-22 Oktober 2014 yang juga memamerkan 20 stand pemerintah daerah Provinsi dan kabupaten/kota, rumah sakit, perusahaan pengelola limbah, pengembangan perumahan dan BPJS serta juga dilaksanakan seminar dengan narasumber diantaranya Dirjen P2PL serta dari Representative WHO Indonesia. (SB-Hum Dps)

Comments

comments