Denpasar | Polisi Tangkap Mahasiswi “Nyambi” Jual Ekstasi

277
Tiga orang tersangka pengedar dan pemakai narkoba yang ditangkap oleh polisi (foto ist).

SULUHBALI, Denpasar – Seorang Mahasiswi salah satu Universitas Swasta, berinisal IRS (21) diciduk tim Sat Resnarkoba Polresta Denpasar di kediamannya di Jalan Padang Udayana Perum Padang Udayana Gang VIII. Dari tempat tinggalnya ditemukan BB 3 butir ekstasi warna coklat yang disembunyikan di sepatu warna putih.

Kapolresta Denpasar, Kombespol Hadi Purnomo didampingi Kasat Resnarkoba, Kompol Gede Ganefo mengungkapkan penangkapan IRS berdasarkan adanya informasi seorang perempuan berisial IRS kerap mengedarkan ekstasi, bedasarkan informasi tersebut pihaknya langsung melakukan penyelidikan.

“Selanjutnya polisi laksanakan penyelidikan. Dan saat kita tangkap di rumahnya, orang tuanya sendiri yang menunjukan tempat IRS menyembunyikan barang tersebut,” terangnya, Rabu (11/01/2017).

Menurut pengakuan IRS sendiri, ekstasi tersebut di dapatnya dari temannya yang bernama AND. Bahkan IRS mengakui mengkonsumsi ekstasi sejak delapan bulan yang lalu. Dan terakhir menggunakan ekstasi saat tahun baru di salah satu tempat hiburan malam di kuta.

Kue Tradisional

Selain IRS, Sat Resnarkoba Polresta Denpasar juga mengamankan seorang pria berinisial YSG (30) yang berprofesi sebagai  pedagang kue tradisional dan juga sebagai kurir lintas provinsi. YSG diamankan setelah petugas berhasil mengajak YSG melakukan transaksi di sebuah tempat yang telah disepakati.

“Kita dapat informasi bahwa ada orang yang biasa mengedarkan sabu. Selanjutnya  petugas dibantu informan memancing YSG untuk transaksi satu paket sabu. Kemudian disepakati bertemu di TKP, kemudian setelah YSG datang langsung ditangkap dan ditemukan barang bukti satu paket sabu,” bebernya.

Selanjutnya petugas mengarah ke rumah YSG dan kembali menemukan satu paket kecil sabu, dengan total berat keseluruhan 9,36 gram. Menurut pengakuannya barang tersebut didapat dari seseorang bernama GMH yang berada di semarang.

“YSG ini mengambil sendiri barangnya ke malang atas perintah dari IND yang tidak diketahui keberadaannya. Mereka hanya melakukan kesepatan dengan cara berkomunikasi melalui telepon dengan imbalan satu juta sekali jalan. YSG ini mau menjadi kurir lintas pulau karena terdesak biaya hidup, usaha kuenya berjalan kurang lancar sehingga terpaksa menjadi kurir,” ungkapnya.

 

Anak Buah Kapal

Selain IRS dan YSG, petugas kembali mengamankan seorang ABK (Anak Buah Kapal) berinisial TRS (40) yang diamankan di kamar kostnya. Saat digeladah petugas berhasil menemukan  barang bukti 4 paket sabu, satu paket ganja, 7 butir ekstasi.

TRS mengaku semua barang tersebut didapat dari seseorng bernama ABN, sabu dibelinya 1,2 juta , ekstasi 400 ribu dan  ganjanya dibeli seharga 150 ribu untuk diggunakan bersama beberapa teman dan teman wanitanya dikost, selanjutnya mengarah ke tempat hiburan malam yang berada di daerah sesetan.

“Jadi barang ini dibeli untuk dikonsumsi sendiri dan beberapa teman-temannya dan dia (TRS) sudah dua tahun mengkonsumsi narkoba, terakhir menggunakan dua hari sebelum di tangkap,” tutupnya.  (SB-Dims)

Comments

comments