Denpasar Mencekam| Bentrok Dua Ormas Berlanjut, Korban Tewas dengan Usus Terburai

9256
Polisi mengamankan senjata milik ormas di markasnya (foto Ijo).

SULUH BALI, Denpasar – Kota Denpasar yang mulai diguyur hujan, setelah kemarau berhari-hari, tiba-tiba mencekam oleh terjadinya bentrok saat sandyakala, sekitar pukul 18.00 di jalan Teuku Umar, terjadi saling serang antar dua kelompok pemuda di depan rumah makan Simpang Ampek. Bentrok terjadi tidak begitu lama, namun akibatnya dua orang yang belum diketahui identitasnya tewas mengenaskan. Salah satunya, ususnya sampai terburai.

Pasukan polisi dengan sejumlah truk dan mobil patrolinya, terus berkeliling kota Denpasar, mencari kantong kantong organisasi massa (ormas) untuk menemukan para pelaku dan mencegah adanya bentrok baru. Warga Denpasar juga sempat dikejutkan dengan aliran listrik yang mati sekitar pukul 21.00. Belum lagi, warga di media sosial, mendapat kiriman foto korban dengan usus terburai dan juga beberapa orang yang ditangkap dan dibiarkan terbaring di lantai, juga senjata tajam.

Ternyata, bentrok ini merupakan runutan dari bentrok sebelumnya. Menurut informasi yang dikumpulkan dari berbagai sumber, diperoleh info bahwa pada tanggal Rabu (16/12/2015) pagi di Penjara Kerobokan, Badung, telah terjadi penyerahan 3 orang tersangka yang menjadi tahanan terkait kasus pembunuhan beberapa bulan lalu di sebuah karaoke di Denpasar.

Ketiganya bergabung dengan organisasi massa (ormas) yang sama. Sedangkan yang mereka bunuh, yakni direktur karaoke, yang juga merupakan atasan mereka, berasal dari ormas yang berbeda. Di karaoke tersebut, 3 orang ini bekerja sebagai security yang kemudian dirumahkan. Mereka tidak terima dengan keputusan itu, lalu terlibat cekcok dengan sang direktur yang kemudian tewas tertusuk.

Keesokan harinya, Kamis (17/12/2015) sekitar pukul 11.00, ayah dari salah seorang dari 3 orang tahanan tersebut datang menjenguk putranya. Entah mengapa, tiba-tiba terlibat pertengkaran mulut dengan kelompok ormas lainnya yang kebetulan juga sedang menjenguk anggota ormas lainnya di dalam penjara. Kejadian ini bisa dilerai.

Sekitar pukul 16.15 tiba-tiba sejumlah penghuni dari blok D, tempat 3 orang tahanan tadi, menyerang napi yang berada di blok C yang diduga isinya ormas yang berbeda dengan senjata tajam dan benda tumpul, sehingga satu orang bernama Tu Robot tewas dan 2 orang penghuni lainnya yaitu Dore dan Dogler luka parah. Dogler kemudian meninggal saat di rumah sakit Sanglah.

Situasi ini segera mendapat respon dari Poltabes Denpasar, Polres Badung dan Polda Bali yang menurunkan 7 truk pasukan polisi untuk mengamankan Penjara Kerobokan. Pada saat bersamaan sekelompok orang yang mengaku berasal dari sebuah ormas, sekitar 200 orang dengan membawa senjata tajam dan benda tumpul tiba di Penjara Kerobokan.

Kapoltabes Komisaris Besar Anak Agung Made Sudana mendekati pimpinan ormas tersebut, memediasi dan memintanya membubarkan diri. Sambil menegaskan persoalan di dalam penjara menjadi tanggung jawabnya.
Bentrok Di Teuku Umar

Anggota ormas yang membubarkan diri tersebut melintas jalan Teuku Umar, Denpasar. Di depan rumah makan Simpang Ampek, rombongan ormas ini bertemu dengan sekelompok pemuda yang mengenakan atribiut dari ormas yang berbeda. Lalu terjadi saling serang yang mengakibatkan 2 orang meninggal di tempat dengan usus terburai terkena sabetan samurai dan tombak dan 2 lagi luka parah.

Semua yang tewas dan luka sudah dibawa ke rumah sakit Sanglah, namun identitasnya belum bisa dikonfirmasi.

Pasca kejadian ini Kapolresta Denpasar, memperketat penjagaan untuk mengantisipasi bentrok susulan. “Saya masih kendalikan situasi di lapangan. Situasi sekarang sudah kondusif,” kata Anak Agung Made Sudana.

Sudana juga telah mengerahkan anggotanya untuk melakukan sweeping dan patroli serta menggelar pertemuan dengan para tokoh untuk cooling down situasi saat ini. “Kami meningkatkan patroli, Babinsa, kita gelar pertemuan dengan tokoh-tokoh agar cooling down. Kita gelar sweeping di Denpasar. Dan rekan saya di Badung juga melakukan hal itu,” terangnya. (SB-tim)

Comments

comments