Demoday Food Startup Indonesia (FSI) Diikuti 50 Pengusaha Rintisan

16
Deputi Akses Pemodalan Fadjar Hutomo Saat memberikan pemaparan tentang Demoday (Foto-Dims)

SULUH BALI, Mangupura – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) akan menggelar Demoday Food Startup Indonesia (FSI) Bali 2017 yang diikuti 50 pengusaha rintisan (startup) pada tanggal 22 hingga 24 Mei mendatang.

Nantinya, ke 50 startup terpilih akan diikut sertakan dalam Talk dan mentoring yang kemudian akan disaring menjadi 25 peserta.

Kemudian 25 terpilih akan disaring menjadi 10 perserta terpilih yang nantinya akan mengikuti program Bekraf selanjutnya terkait FSI di Jakarta pada September 2017 mendatang.

Deputi Akses Pemodalan Fadjar Hutomo mengungkapkan mereka akan bertemu dengan para mentor dan investor.

Bukan hanya mempertemukan para startup kuliner pada ekosistem, tetapi juga meningkatkan kapasitas mereka melalui mentoring dengan  dan ahli kuliner yang sudah berpengalaman dibidangnya.

“Bekraf akan memberikan fasilitas untuk para pelaku ekonomi kreatif khususnya kuliner dalam hal ini food startup terkait ekosistem, networking, pemasaran, HKI (Hak Kekayaan Intelektual), serta pengembangan produk supaya kualitas produk mereka meningkat. Harapannya, mereka juga mendapatan dukungan permodalan dari investor yang tertarik dengan produk mereka,” ungkapnya, Rabu (17/05/2017).

Fadjar mengaku para peserta terpilih merupaka  peserta yang memenuhi Kriteria yang sudah ditentukan oleh Bekraf yakni pelaku usaha kuliner pemula yang sudah berjalan minimal satu hingga lima tahun, memiliki ide kreatif, ada transaksi dan produksi, inovasi produk, model bisnis yang unggul, segmentasi pasar, dan berpotensi menarik investor.

“Ini bukan soal makanan enak tetapi model bisnis harus oke yang kami dorong dan meningkatkan kapasitasnya. Dalam kesempatan ini bukan juara yang utama tapi bagaimana produk makanan para peserta Demoday ini menarik investor, karena setiap investor tentunya punya selera yang berbeda dan mereka juga memiliki kesempatan menjalin kerja sama dengan peserta tanpa harus menjadi juara,” terangnya. (SB-Dims)

Comments

comments