Demo Tolak Reklamasi | Pastika : Itu Hak Orang, Tapi Jangan Mengganggu Ketertiban Umum

1679
Suasana Simakrama Gubernur Bali (foto humas.Bali).

SULUH BALI, Denpasar – Terkait adanya aksi demo menolak revitalisasi Teluk Benoa di beberapa daerah di Bali, Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengatakan menghormati aksi itu dan suatu yang sah saja dilakukan masyarakat.

“Demo adalah hak orang, saya mengormati dan menghargai hak orang,” ujarnya pada acara Simakrama Gubernur Bali di Wiswasabha Utama, Kantor Gubernur, Sabtu (28/5/2016).

Namun Pastika mengingatkan agar aksi penyampaikan aksi yang menyuarakan pendapatnya melalui demonstrasi turun ke jalan tidak sampai menganggu pengguna jalan maupun fasilitas publik lainnya.

“Namun, aksi demo itu jangan sampai menganggu ketertiban umum,” kata Pastika.

Mantan Kapolda Bali ini juga menambahkan, aksi demo merupakan bagian dari penyampaian pendapat masyarakat yang tida bisa dilarang oleh siapa-pun.

“Itu bagian dari demokrasi, yaitu hak untuk menyampaikan pendapat,” imbuhnya.

Sementara terkait dengan pencabutan Perpres 51 Tahun 2014, Pastika mengaku tidak bisa mencabutnya. Ia menyarankan, bagi yang punya keinginan pencabutan Perpres tersebut, langsung menghadap ke Presiden, karena Peraturan itu dikeluarkan oleh presiden.

“Kalau ingin mengusulkan mencabut Perpres 51 ya harus menghadap langsung ke Presiden, karena ini sudah Perpres,” ungkapnya. (SB-Skb)

Comments

comments