Dana Perimbangan Untuk Bali Masih Kecil

41
Wagub Bali Ketut Sudikerta. |foto-dok.duluhbali|
SULUHBALI.CO , Denpasar – Devisa pariwisata Indonesia sebagian besar diperoleh dari Bali dengan jumlah mencapai empat puluh satu trilyun rupiah, namun Bali hanya memperoleh dana perimbangan dari pusat sebesar Sembilan ratus enam puluh lima milyar rupiah. Hak Bali untuk mendapatkan dana perimbangan yang lebih besar perlu diperjuangkan.
 
Dalam memperjuangkan hak Bali untuk mendapatkan dana perimbangan dengan jumlah yang lebih besar tidaklah dapat dilakukan sendiri, namun harus diperjuangkan bersama. Hak Bali yang perlu diperjuangkan meliputi politik, ekonomi, termasuk pariwisata dan budaya. Dibidang politik diantaranya lahirnya undang-undang desa, sedangkan untuk bidang ekonomi, pariwisata dan budaya merupakan suatu kesatuan yang tak dapat dipisahkan.
 
Menurut Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikertha mengatakan bahwa perekonomian Bali tidak bisa dipisahkan dengan pariwisata, sementara bidang pariwisata Bali hanya kecipratan sedikit dari pusat padahal devisanya mencapai empat puluh satu trilyun rupiah. Potensi pariwisata Bali sangat besar karena kedatangan wisatawan mancanegara ke Indonesia sebagian besar ingin melihat keunikan Bali, untuk itu hak Bali perlu diperjuangkan bersama-sama.
 
“Bali tidak memiliki sumber daya alam seperti didaerah lain, Bali hanya memiliki sector pariwisata, untuk dana perimbangan Bali haya memperoleh Sembilan ratus enam puluh lima milyar rupiah sementara devisa kita mencapai empat puluh satu trilyun rupiah, diperlukan usaha untuk mendapatkan jumlah yang lebih besar untuk pembangunan pariwisata di Bali” ungkapnya.
 
Besarnya pendapatan dari pariwisata yang mencapai empat puluh satu trilyun rupiah tidak dibarengi dengan perolehan dana perimbangan dari pusat yang signifikan. Salah satu penyebabya menurut wakil gubernur Bali adalah dikarenakan Bali tidak memiliki sumber daya alam seperti daerah lain dan Bali hanya mengandalkan sektor pariwisata untuk pemasukan devisa. (SB-tha)

Comments

comments