Dari Gerobak Keliling Jadi Warung Terlaris

Warung mie ayam jakarta (foto-tiar)

SULUHBALI.CO, Denpasar— Berawal dari berjualan Mie Ayam gerobak keliling hingga menjadi warung terlaris dikalangan anak muda serta menjadi tempat favorit bagi penikmat mie ayam.

Mie Ayam Jakarta yang menjadi nama warung ini terkenal dengan sebutan mie ayam drupadi, karena tempatnya yang berada di Jl. Drupadi, Renon, Denpasar. Mie ayam ini berdiri sejak tahun 1998 hingga saat ini masih banyak peminatnya.

Ibu Lasmi nama pemilik warung mie ini mengatakan, dari tahun 1998 mie ini diciptakan dan dijajakan memakai gerobak berkeliling diseputaran Renon, dengan harga 500 rupiah pada jaman itu. Dikarenakan pembeli selalu ramai Lasmi berkeinginan untuk mempunya ruko dan tempat yang bagus untuk para penikmat mienya.

Ibu Lasmi (pemilik warung)
Ibu Lasmi (pemilik warung)

Keunikan mie ayam jakarta adalah porsinya yang jumbo, ayam dengan potongan yang berukuran besar-besar serta rasa dari mie ini berbeda dengan mie ditempat lain dan harganya hanya 9.000 ribu/porsi. Lasmi mengatakan walaupun harga bahan baku terus meningkat ia tidak ingin untuk mengurangi jumlah porsi yang sudah dari dulu terkenal dengan porsi yang jumbo. “Saya tidak akan mengurai porsinya walaupun harga bahan terus meningkat, karena bagi saya keuntungan sedikit tidak jadi masalah, yang terpenting pelanggan saya puas dan tetap datang kesini,” tegasnya 22/11.

Dulu Lasmi memproduksi mie ini sendiri dengan memiliki mesin penggiling yang kecil hanya 1 unit. “Kalau dulu kan hanya menghabiskan mie 2-3 kilo saja makanya bisa buat sendiri, tetapi karena sekarang menghabiskan mie banyak saya kewalahan kalau harus membuat sendiri dengan kondisi mesin yang terbatas,tapi kalau nanti saya sudah mampu membeli mesin lagi disitu saya akan memproduksi mie sendiri,” ujarnya.

“Dan untuk ayamnya sendiri saya langsung membeli keternak ayam dengan kualitas ayam yang bagus dan sehat,” kata Lasmi. Ia juga mengatakan, kepuasan pelanggan menjadi prioritas yang utama buatnya, jadi menurutnya bahan-bahan yang digunakan harus benar-benar segar dan bersih.

Dengan banyaknya saingan pedagang mie sekarang membuat Ibu Lasmi terus berkreasi untuk menarik pengunjung, dengan memperbanyak menu-menu makanan seperti, Nasi Goreng, Kwetiau, Capcay, Tami Capcay dan masih banyak menu lainnya. Dan saat ini Lasmi sudah memiliki cabang didepan Pasar Sanglah Denpasar.

Omset yang didapat Lasmi perharinya bisa mencapai 5 juta, penghasilan ini dianggapnya sudah cukup besar untuk seorang ibu rumah tangga sepertinya. Harapan Lasmi, mie ini akan tetap ada dan tetap dicari oleh para pelanggannya, terutama lebih dikenal lagi oleh para pencinta mie se Bali. (SB-Enny)

Comments

comments

Comments are closed.