Dari Bali Kampanyekan Mancing Untuk Lawan Ilegal Fishing

46
Komunitas pemancing Bali yang tergabung dalam Extreme Fishing Indonesia saat memancing bersama Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti. (foto-skb)

SULUH BALI, Denpasar – Illegal fishing sudah terjadi di Bali bahkan dengan kondisi ini sangat memperihatinkan. Hal senada juga pernah dikatakan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti beberapa waktu yang lalu menyebutkan adanya destructative fishing pada event Mancing Mania di Serangan.

Kondisi ini membuat beberapa orang penghobi mancing mania Bali merasa terketuk untuk membentuk asosiasi yang Extreme Fishing Indonesia. Asosiasi ini bertujuan untuk mengkampanyekan mancing untuk melawan adanya legal fishing yang menggunakan bom dan racun yang berbahaya.

“Ibu Susi sudah tahu adanya legal fishing di Bali, kami kaget. Jadi kami bentuk asosiasi ini untuk mengkampanyekan mancing dari Bali untuk kemudian berkembang ke seluruh Indonesia,” kata Pierre Porte, pendiri Extreme Fishing Indonesia.

Menurut Pepe dengan mancing akan dapat mejaga alam, “Kami membentuk ini mudahan-mudahan nanti banyak pemancing yang ikut sehingga tidak ada lagi legal fishing,” kata bule Prancis yang telah puluhan tahun tinggal di Bali.

Asosiasi ini dibentuk oleh kalangan pemancing diantaranya, Pierre Porte, Gede Adi Adnyana (pemancing), Made Kariaka (nelayan Serangan), Eka Surya Kencana (pemilik Istana Pancing) dan Putu Tirta Putra.

Asosiasi Extreme Fishing Indonesia di Bali ini selain sebagai mitra program Mancing Mania pada salah satu TV swasta Indonesia juga merupakan asosiasi cukup ternama yang cukup dipandang oleh kalangan mancing mania di Indonesia bahkan di dunia.

Bahkan telah mencapai rekor dunia (world record) diantaranya Oil Fish 92,6 kg, Green Job Fish 20,6 kg, Blue Fin GT 14, 2 kg, Baracuta 18,7 kg dan GT (Giant Trevally) 57 kg. (SB-Skb)

Comments

comments