Pelaku, parang dan saat kejadian di Legian (foto ist).

SULUHBALI, Mangupura – Darah kembali tumpah di tahun 2018 ini, di tanah Badung dan Denpasar. Yang pertama dua orang bebotoh (sabung ayam) duel di Perenenan, Mengwi (10/2/2018). Salah satunya bernama Rai Sina tewas kena parang lawannya.

Kemudian keesokan harinya di Dalung, sekitar 10 kilometer dari Pererenan, Mengwi, seorang adik bersimbah darah dan tewas setelah ditusuk kakak kandungnya (11/2/2018), hanya karena salah paham usai mabuk bersama.

Lalu sepuluh hari kemudian, seorang yang diduga gila bernama Agus Gede Susastra menusuk hingga ususnya terburai seseorang yang diduga akan mengobatinya secara alternatif di daerah Antasura, Denpasar, Kamis (22/2/2018).

Dua minggu kemudian, pertumpahan darah kembali terjadi, tepatnya pada hari Jumat (9/3/2018). Kali ini di kawasan pariwisata Legian, Kuta, Badung  sekitar pukul 13.00. Seorang tukang ojek bernama Kadek Jaya menusuk dengan parang I Ketut Ngarta alias Kampek hingga darahnya bercucuran, di depan hotel Jayakarta, Jalan Werkudara, Legian.

Kronologi menurut saksi mata, tidak disebutkan disini demi keamanan. Baik Kadek Jaya dan Ketut Ngarta yang bekerja sebagai karyawan Money Changer dekat dengan tempat mangkal Kadek Jaya, sama-sama bermain kartu remi sejak pukul 10.00. dan bersama dua orang kawan lainnya. Uniknya mereka tidak menggunakan taruhan uang, tapi dengan menjepit bagian wajah yang kalah dengan jepitan jemuran.

Entah karena apa, Kadek Jaya dan Ketut Ngarta terlibat cekcok menjelang pukul 13.00. Lalu saling kejar mengejar. Saksi lainnya melihat Kadek Jaya kemudian pergi ke rumah kosnya dan kembali dengan naik motor Yamaha N Max dengan kecepatan tinggi, lalu saat bertemu dengan lawannya, Ketut Ngarta turun dari motor dan langsung menusuk dengan parang yang dibawanya dari tempat kosnya di tidak jauh dari tempat itu.

Menurut Saksi yang berada di Coffee Cutter Shop, dia berusaha melerai dibantu saksi-saksi lainnya. Ada yang melempari Kadek Jaya dengan pot bunga. Lalu para saksi yang ada disitu ramai-ramain meringkus Kadek Jaya yang masih dipenuhi rasa marah. Seorang security di kawasan itu, kemudian memborgol tangan Kadek Jaya sebelum diserahkan pada polisi.

Sedangkan Ketut Ngarta bersimbah darah terbaring di lantai, di bantu sejumlah orang, termasuk turis yang ada di sekitar tempat itu. Sebuah kendaraan hotel kemudian dipakai untuk mengantarnya ke rumah sakit Siloam Kuta untuk mendapat tindakan gawat darurat. Hingga kini kondisi Ketut Ngarta sudah stabil setelah dioperasi.

Sedangkan Kadek Jaya harus mendekam di terali besi Polsek Kuta. Menurutnya, Ketut Ngarta yang saat itu diajak bermain remi dalam posisi kalah, sehingga membuat Ketut Ngarta emosi dan menantang dirinya berkelahi.

Karena ditantang, Kadek Jaya kemudian mengambil parang ke kosnya dan langsung menghampiri korban dan terjadilah penusukan dengan menggunakan parang  itu.

Sementara itu,  atas seizin kapolsek Kuta, Kanit Reskrim Polsek Kuta Iptu Aryo  Wimoko menyebutkan saat ini sudah mengamankan Kadek Jaya berikut barang bukti sebilah golok.

“Saat ini masih dalami penyebab pelaku melakukan penikaman.  Karena pelaku dengan korban berteman dan biasa kumpul bareng.  Dugaan sementara karena tersinggung ini masih kita dalami,” terang Aryo.

Akibat kejadian tersebut korban mengalami luka di lengan sebelah kiri, ada luka sabetan di pinggang dan luka di bagian paha.

“korban saat ini masih dalam perawatan diRegrann from @sanggar.sks – Melajah #infobalinews #infobadung #taksu_bali #infodenpasar – #regrann UGD Siloam. Untuk pelaku kita jerat dengan pasal 351 karena melakukan penganiayaan berat,” bebernya. (SB-dims)

 

Habis Pesta Miras Bareng, Kakak Tusuk Adik Hingga Tewas di Dalung

 

Nantang Duel, Rai Sina Tewas Bersimbah Darah

 

Mau Diobati, Orang Gila di Antasura Bunuh “Balian”

Comments

comments