Dapur Tempur | Punya Oseng Nuklir Sebagai Senjata Utama

183
Oseng Nuklir khas Dapur Tempur (foto ist)

SULUH BALI, Denpasar – Dapur Tempur yang berdiri di tengah kepadatan Kota Denpasar diantara Rumah Sakit dan Perguruan Tinggi terletak di Jalan Pulau Timor No 1.

Memilik lebih dari seratus ragam menu, Dapur Tempur mengusung tagline “Berani Nikmatnya” dan menu yang disediakan di restoran ini telah dipilih dengan sangat hati-hati, menyediakan yang terbaik dari yang terbaik dan disertai dengan sentuhan khas Dapur Tempur sendiri.‎

Sesuai dengan namanya, Resto yang menjadikan menu Oseng Nuklir sebagai ‘senjata utama’ ini mengusung tema ala militer lengkap dengan atribut dan ornament. Tidak hanya tema dikedepankan dari resto ini, selain mengambil tema militer turut juga mengambil beberapa nilai agung yang berada di dalamnya. Pelayanan yang diberikan akan disiplin, dapat diandalkan, dan tepat waktu.‎

Komisioner Dapur Tempur, Febi Salam mengungkapkan konsep ala militer sengaja diangkat, karena belum ada kompetitor yang menggunakannya dan terlihat unik sehingga menampilkan sesuatu yang berbeda dari resto pada umumnya.‎

“Sejauh ini sih belum ada yang menggunakannya, supaya unik aja. Waiter, Waitress, dan koki kita pakaikan seragam seperti militer. Bahkan menu yang kita tawarkan memakai bahasa khas militer dan kita selalu menyapa para pengunjung resto dengan sapaan komandan,” katanya, Rabu (02/03/2016).‎

Selain itu, Febi menyebutkan dipilihnya menu Oseng Nuklir karena dalam menu satu ini kita memiliki tingkatan spice mulai dari tingkat Kopral sampai dengan Jendral.‎

“Kita ambil dari nama Nuklir karena itu sesuatu yang bisa meledakan sebuah kota. Jadi, makanan ini spice-nya memiliki beberapa level seperti angkatan militer dari level kopral sampai level Jendral. Bukan hanya spice yang hanya panas, melainkan Delicious spice yang kami kedepankan,” terangnya.‎

Ayam Baret Hijau dan Merah (foto ist)
Ayam Baret Hijau dan Merah (foto ist)

Sementara itu, Pemiliki Dapur Tempur Bali, Rusdi Antara mengatakan pemilihan tempat Rumah Sakit dan Perguruan Tinggi, pihaknya telah mempertimbangkan beberapa hal.‎

“Kalau kita lihat Trafic Rumah Sakit Sanglah terbilang cukup tinggi dan mencari makananan di sekitar Rumah Sakit juga cukup sulit. Jadi, harapan kita sih penunggu pasien yang perharinya mencapai ribuan dan juga mahasiswa bisa menjadi target market kita,” ucapnya. ‎

Tidak hanya di Bali, Dapur Tempur juga membuka outlet di berbagai tempat seperti di, Jambi, Jogja, Solo, Semarang, Jakarta, Depok, Bekasi, dan kota kota besar lainnya dan Bandung adalah sebagai kota pencetus Dapur Militer ini. (SB-Ijo)

Comments

comments