Wayan Suardana ketika memperlihatkan data BMKG. (foto-ijo)

SULUHBALI.CO Mangupura- Saat ini cuaca di Provinsi Bali masih terbilang cukup normal, meski begitu masyarakat Bali tetap harus berhati-hati dalam waktu dekat ini, karena diperkirakan puncak musim penghujan di Provinsi Bali akan terjadi sekitar bulan januari dan februari.  puncak yang artinya ujan terbesar terjadi sekitar januari – februari. Akan ada satu daerah di Bali dari 15 daerah prakiraan musim itu ada yang memasuki puncaknya pada bulan januari dan ada juga yang memasuki pada bulan februari.

Pusat-pusat tekanan rendah masih belum muncul secara signifikan, tetapi dari statistik itu pada bulan januari dan februari akan terjadi pusat-pusat tekanan rendah di bagian diselatan yang akan mengakibatkan curah hujan yang besar di bali, NTT dan jawa timur.

Karena ini masih dalam musim penghujan volume peluang akan terjadinya hujan besar masih bisa terjadi, “kita akan melihat dan monitor segala bentuk perkembangan pusat-pusat tekanan rendah di selatan NTT, kalau dia aktif tekanan daerahnya makin rendah maka disini juga akan makin besar peluang terjadinya hujan, artinya di bulan febuari ini masih ada peluang untuk terjadinya curah hujan, selain itu bali juga masih dalam penghujan,” kata Wayan Suardana saat ditemui di kantor BMKG wilayah III senin (03/02/2014).

Semua itu akan berkolerasi, rendah tekanan yang terjadi diselatan bali mengakibatkan semakin kuat anginnya, sedangkan kecepatan angina saat ini masih didalam batas normal “jadi angin sekarang ini masih dalam batas normal, kita akan pantau terus, nanti jika terjadi perubahan yang signifikan maka kita akan keluarkan peringatan dini kepada masyarakat melalui BPBD, ALPEL dan instansi terkait. Secara keseluruhan alat berfungsi dengan baik,” tegasnya.

Seperti  kejadian beberapa tahun lalu, “Kalau dia muncul tropical syclone di bagian selatan itu gelombang bisa mencapai 5 meter, dengan kecepatan angin bisa mencapai 70 km/jam, kalau saat ini belum muncul bibitnya pun hanya terlihat didaratan australia, kalau bibit itu muncul dilautan nah, peluang itu bisa terjadi, maka disitu akan kita lakukan peringatan dini,” kata beliau.

Kalau dari catatan statistik itu januari dan februari disetiap tahunnya akan muncul. Tapi dari fenomena tersebut hingga sekarang bibit tropical syclone selatan belum nampak ada yang diatas australia ada satu, 3 hari kedepan masih belum terlihat bibit tropical syclone tersebut, effect dari tropical cyclone itu pada saat pembentukan akan menjadi cuaca aktif disekitar.

Beliau mengatakan Jadi dari bulan febuari  selalu kita memberikan kewaspadaan terhadap tinggi gelombang yang dapat mengganggu pelayaran, apabila informasi itu diperkirakan akan mengganggu operasional kapal, maka AKPEL(Akademi Pelayaran) akan menutup jalur pelayaran, untuk menghindari kecelakaan dan saat ini kecepatan angin masih dalam keadaan normal,

“Walapun tinggi gelombang saat ini di utara bali 1- 2 meter dan  selatan bali 1-3 meter dan di tanggal 4 itu sekitar 0,75 sampai 4 meter ini yang harus di waspadai, kita selalu memberikan warning itu, kalau tinggi gelombang itu di atas 2 meter maka ini harus di waspadai, tetapi ini tidak lanjut terus 2 meter,” Tutupnya. (SB-ijo)

Comments

comments