Cuma Dicolek, Wartawan Bukan Dibogem (video)

45

Video saat sebuah tangan menyentuh bahu wartawan radar Bali. (video oleh tiar)

SULUHBALI.CO, Denpasar — Kepala Biro Humas Setda Provinsi Bali Drs. I Ketut Teneng, M.Si membantah keras terjadinya pemukulan terhadap Yoyok Rahardjo, seorang jurnalis Radar Bali  pada acara dialog terbuka yang digelar Gubernur Bali Made Mangku Pastika di Ruang Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali, Minggu (2/3) lalu.

Bantahan ini disampaikannya menyusul berkembangnya berita pemukulan terhadap jurnalis yang dimuat di sejumlah media cetak dan online. Demikian disampaikan Ketut Teneng dalam siaran persnya, Rabu (5/3).

“Saya bisa pastikan tak ada pemukulan pada rekan jurnalis karena saya ada di sana saat Bapak Gubernur diwawancarai,” jelasnya. Selain dia, jurnalis lain juga banyak dan ikut mewawancarai Gubernur saat itu. “Bisa dicek ke rekan-rekan pers yang lain,” tambahnya. Manalah mungkin, tambah Teneng, sebuah acara yang bertujuan untuk  mewujudkan kedamaian diwarnai oleh tindakan kekerasan seperti itu. Jadi, jika kemudian ada yang mengatakan terjadi pemukulan, kemungkinan itu hanya halusinasi yang bersangkutan semata.

Teneng juga menyayangkan pemberitaan yang dibuat berlebihan dengan kata ‘dibogem’ dan ‘dipukul’.  Padahal faktanya, hal itu tak terjadi sama sekali.

Untuk itu, Karo Humas berharap agar media tak mengembangkan berita tanpa bukti-bukti yang kuat dan mendasar. Karena, hal itu hanya akan memperkeruh suasana Bali yang saat ini dalam keadaan kondusif. Dalam kesempatan itu, dia kembali mengajak kalangan media untuk ikut mengambil peran dalam membangun Bali melalui pemberitaan yang berimbang, proporsional dan tidak provokatif. “Saya berharap kalangan jurnalis mengedepankan profesionalisme dengan tetap berpegang pada kode etik dalam melakukan peliputan dan pemeberitaan,” pungkasnya.

Dari video rekaman milik, www.suluhbali.co menunjukan memang ada sebuah tangan, entah milik siapa yang mencolek wartawan Radar Bali Yoyok, namun tidak jelas maksudnya. (SB-hum)

 

Comments

comments