Crime Story | Maunya Ngesek, Malah Membunuh

11895
Ilustrasi
Back

1. Pinjam Duit Sewa Kamar Short Time

SULUHBALI, Denpasar – Pria dewasa muda bernama I Komang Arim Sujana (23) sesungguhnya tidak punya uang dan juga tidak punya pekerjaan jelas. Dari kampungnya yang berada di daerah Salulung, daerah penggunungan di Kintamani, Bangli, dia memberanikan diri untuk menyewa sebuah wisma tergolong mewah di kawasan Jl. Pidada VI No. 4 Kelurahan Ubung, Denpasar Barat, Selasa, 12 Juli 2016 pukul 23.00 wita sendirian.

Tampang Arim lumayan saat berlagak sebagai orang berduit, walau sejak masuk Kamar No. 5 lantai 2 Wisma Warta Puspita belum bayar sewa. Namun omongannya masih dipercaya oleh karyawan Wisma bernama Teuku Ismail, saat lima hari kemudian diminta Komang Arim untuk mencarikan cewek yang bisa diajak “ngesek”.

Ismail kemudian berusaha mencarikan cewek panggilan yang bisa diajak kencan semalam oleh tamu wismanya. Dia kemudian mendapatkan informasi bahwa seorang cewek yang biasa mangkal di seputaran jalan Pidada, Ubung bernama Ni Luh Tety Ramuna (24).

Setelah diberitahu hal tersebut, Arim dan Ismail keluar dari Wisma untuk mencari cewek yang dimaksud dan untuk hal tersebut, mereka naik taksi yang argonya perjam Rp 100 ribu. Sopir taksi bernama Gede Getas mengantar keduanya, dengan terlebih dahulu menemui Tety di jalan Cargo, lalu mereka semua menuju hotel Diana di kawasan Ubung.

Saat Arim dan Tety menuntaskan hasrat seksual selama beberapa jam di kamar hotel, Gede Getas dan Ismail setia menunggu. Hingga kemudian Arim keluar, dan anehnya bukannya langsung kembali ke Wisma, tapi justru pinjam duit pada si sopir taksi, karena harus membayar hotel yang digunakan untuk short time barusan. Alasan Arim dompetnya ketinggalan di Wisma.

Getas mengeluarkan uangnya Rp 100 ribu dan menyerahkan pada Arim. Pikirnya, lagipula biaya taksinya juga belum dibayar Arim, jadi bisa diminta sekalian saat kembali ke Wisma.

Setelah urusan di Hotel Diana selesai mereka kembali ke Wisma Warta Puspita. Kali ini Arim numpang di mobil Toyota Agya yang dikendarai Tety sejak awal pertemuan mereka. Dalam perjalanan, mereka sempat berhenti beberapa kali di ATM, Arim keluar masuk ATM dan selalu mengatakan ATM rusak dan berjanji membayar taksi setelah tiba di Wisma dengan uang yang ada di dompetnya.

Back