Cok Ace : Gaji Kecil, Apa Yang Membuat Anda Tertarik Jadi Bupati ?

614

 

Para bakal calon bupati dan wakil bupati Tabanan dari KBM mengikuti uji kelayakan dan kepatutan. |foto-raka|

 

SULUH BALI, Denpasar  – “Gaji sebagai bupati sebenarnya sangat kecil. Kurang dari Rp 5 juta. Nah apa yang membuat anda tertarik jadi bupati ?”. Pertanyaan tersebut dilontarkan oleh Cokorda Oka Artha Ardana Sukawati yang sering akrab disapa dengan Cok Ace kepada para bakal calon bupati dan wakil bupati Tabanan dari Koalisi Bali Mandara (KBM) saat diadakan uji kelayakan dan kepatutan (fit & proper test) di Inna Grand Bali Beach, Sanur, Minggu (7/6/2015).

Karena yang melontarkan pertanyaan itu panelis yang kebetulan pernah menjabat sebagai bupati Gianyar, maka para bakol calon bupati dan wakil bupati Tabanan itu seperti tersentak. Barangkali tidak menyangka mendapatkan pertanyaan seperti itu. Bahkan panelis yang lain serta undangan yang hadir memenuhi ruang Rama Sinta itu  memberikan tepuk tangan.

Cok Ace (baju hitam) sebagai panelis. |foto-raka|
Cok Ace (baju hitam) sebagai panelis. |foto-raka|

Kemudian guru besar Fakultas Hukum Universitas Udayana Prof. Dr. Yohanes Usfunan juga tak kalah tajam menyodorkan pertanyaan kepada para bakal calon. “Saya ingin tahu seberapa besar nyali anda untuk melakukan pemberantasan korupsi? Kalau berani maju dan duduk sebagai calon saja tidak cukup. Yang saya minta adalah keberanian dan nyali anda untuk melakukan pemberantasan korupsi,” ungkap Yohanes Usfunan.

Menyangkut komitment anti KKN dan pemberantasan korupsi, semua bakal calon menjawab senada, akan melakukan pemberantan korupsi. “Saya sudah terbiasa dan sudah sejak lama menyisihkan rejeki yang saya peroleh untuk saya sumbangkan kepada warga yang membutuhkan,” ungkap Ketut Arya Budi Budi Giri. “Saya siap untuk tidak korupsi,” ungkap Ida Bagus Komang Astawa Merta yang dalam visi dan misinya menekankan akan lebih memperhatikan betapa pentingnya keberadaan Pura, Puri, Purohita, Para dan Purana itu.

Sebanyak 6 orang bakal calon yakni Ketut Arya Budi Giri, Ni Nengah Sri Labantari, Wayan Suaba, Ida Bagus Komang Astawa Merta, Wayan Sarjana dan Nengah Mastajaya.tersebut diuji oleh 11 orang panelis dari kalangan akademisi yang sebagian besar diantaranya adalah para guru besar. Seperti Dr. Luh Kartini, Prof. Dr. Nengah Dasi Astawa, Prof. Dr. Yuda Triguna, Dr. Cokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace), Prof. Dr. Wayan Dibia, Prof. Dr. Nyoman Supartha, Prof. D. Wayan P. Windia, Prof. Dr. Ngurah Sudiana, Putu Alit Suthanaya, Prof. Dr. Yahanes Usfunan, Dr. Nyoman Subanda.

Sri Labantari yang satu-satunya bakal calon wanita menyampaikan misinya yang ia sebut dengan “Cantik”, yang merupakan singkatan dari cerdas, anti korupsi, transparan, independen dan kreatif. Pemilik Rumah Makan Dewi Sri di Abiantuwung, Kediri, Tabanan ini juga memaparkan misi membangun Tabanan, dengan memaksimalkan potensi dan kekayaan alam yang dimiliki kabupaten lumbung beras itu. “Tabanan kurang apa ? Punya laut, gunung, danau serta tanahnya yang sangat subur. Potensi dan kekayaan yang dimiliki Tabanan sudah seharusnya menjadikan warganya sejahtera,” ungkap wanita yang kini duduk sebagai wakil ketua DPRD Tabanan ini.

Wayan Suaba dengan misinya Tabanan Bangkit. Yakni menjadikan Tabanan yang lebih baik. Tokoh yang kenyang dalam dunia usaha dan pemuka adat ini menyampaikan misi yang ia beri nama “Suaba”. “S itu Sehat, U adalah Unggul, A itu Aman, B adalah Berbudaya dan A terakhir adalah adil,” katanya. Disamping itu ia juga akan membangun dari tingkat paling bawah, yakni keluarga, lingkungan banjar, desa.

Wayan Sarjana menyampaikan vivi yang ia sebut dengan Tabanan Baru, dimana Panca Kerti yang artinya kerja sebagai wujud bakti sebagai program dasar. Yakni meliputi pembaharuan dalam pelayanan kesehatan dan pendidikan, pembaharuan dalam pembangunan infrastruktur, pembaharuan dalam bidang ekonomi kerakyatan, pembaharuan dalam bidang pertanian, pembaharuan dalam tata kelola pemerintahan.

Pelaksanaan uji kelayakan dan kepatutan (fit & propes test) bakal calon bupati dan wakil bupati tersebut dibagi menjadi sesi penyampaian visi misi, tanya jawab, pendalaman dan closing statement. Para panelis disamping memberikan beberapa pertanyaan, juga memberikan pesan dan masukan bagi para bakal calon. “Saya berpesan kepada para bakal calon, dalam memimpin nanti agar dipegang sikap seken, saje dan sutindih itu,” pesan Prof. Dr. Wayan Dibia.

Lain lagi pesan yang disampaikan oleh Prof. Dr. Ngurah Sudiana. Ia berpesan agar yang nanti berhasil terpilih agar memegang teguh sikap “tegteg, lasya dan bani”. Sedangkan Prof. Dr. Dasi Astawa menekankan pentingnya leadership, entrepreneurship dan manajerial bagi seorang pemimpin. (SB-Raka)

Comments

comments