Coba Sebarkan Agama, 5 Bule Diusir dari Bali

359

SULUH BALI, Mangupura – Petugas Imigrasi kelas I Ngurah Rai akan segera mengusir (deportasi) terhadap 5 orang bule be-Warga Negara Asing (WNA) penganut agama kepercayaan Yehova Witnesses, yaitu Mishael Alexander Martines (USA), Derrick Gary Leonard (USA), James Rua Ropiha (Australia), Brayden James Bevan (Australia), Steven Gerrard Felix Otal.

Kelima warga negara asing tersebut akan dideportasi oleh pihak Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Ngurah Rai, karena kedapatan menyebar ajaran agama kepercayaan Yehova Witnesses kepada penduduk di kompleks Meteo Utara, jalan teratai II Tuban yang dekat dengan bandara‎ Ngurah Rai.

“Dari laporan masyarakat yang merasa resah akan kegiatan yang bersangkutan, maka kami di bidang Wasdakim pada Rabu (11/3) lalu melakukan pengawasan dan mendapati kelima WNA tersebut sedang berbincang dan mereka memaksa untuk mengenalkan ajaran yang dianutnya. Baik dengan menggedor dan mendatangi rumah warga disekitar. Kendati ditolak tapi tetap mereka memaksa untuk memaparkan‎ ajaranya dan menyebar sejumlah brosur,” kata Kabid Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Kelas I Ngurah Rai, Mohammad Soleh, Rabu (01/04/2015)

Menurutnya, Mishael Alexander Martines diduga telah melanggar pasal ‎122 huruf a Undang-Undang No 6 Th 2011 tentang keimigrasian‎ serta pasal 3 dan 4 keputusan bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri No 1 Th 1979 tentang tata cara pelaksanaan penyiaran agama dan bantuan luar negeri kepada lembaga keagamaan di Indonesia. Dimana mereka masuk ke Indonesia dengan menggunakan Visa On Arival.

Meskipun, agama kepercayaan saksi-saksi Yehova Witnesses diizinkan untuk melaksanakan ajaran kepercayaannya di Indonesia. Dimana sudah tercantum berdasarkan Surat Keputusan Dirjen Bimas Kristen No F/KEP/HK.00.5/22/1103/2002 tanggal 22 Maret 2002, tentang pendaftaran saksi-saksi Yehova Witnesses Indonesia sebagai lembaga keagamaan yang bersifat gereja.

Namun kegiatan pelaksanaan penyiaran agama tidaklah dibenarkan, untuk ditunjuk terhadap orang atau kelompok orang yang telah memeluk agama lain. Baik dengan cara membujuk, memberikan barang atau uang, menyebar brosur ataupun mengunjungi ke rumah warga yang telah menganut agama lain.

‎Serta dipandang melakukan kegiatan berbahaya dan patut diduga membahayakan kemanan dan ketertiban umum, atau tidak menghormati atapun tidak mentaati peraturan perundang-undangan sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 75 ayat 1 UU No 6 Th 2011 tentang keimigrasian.

Berdasarkan hal tersebut pihak Imigrasi Ngurah Rai mengambil kesimpulan, bahwa Mishael Alexander Martinez cs telah terbukti melanggar pasal 122 huruf a Undang-Undang No 6 Th 2011‎ tentang Keimigrasian.

Dimana kelima WNA tersebut telah sengaja menyalahgunakan atau melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan maksud dan tujuan pemberian izin tinggal yang diberikan kepadanya. ‎

Oleh karena itu tindakan administratif keimigrasian berupa deportasi dan pencekalan akan dilakukan kepada mereka.
Dimana hal tersebut sudah diatur dalam keputusan bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri No 1 Th 1979, tentang tata cara pelaksanaan pelaksanaan penyiaran agama dan bantuan kepada lembaga keagamaan di Indonesia.‎

“Ketika kita datangi dan menayakan dokumen kelengkapan, mereka tidak bisa menunjukannya sehingga kami putuskan untuk menginterogasi lebih lanjut di Kantor.‎ Kami juga telah berkoordinasi dan melakukan konfirmasi ke kantor Kementerian Agama Pemda Badung,”‎beber Soleh‎. (SB-Ijo)

Comments

comments

Comments are closed.