Cegah Radikalisme, Medsos Agar Dapat Perhatian Serius

19
Swami Vigyananda

SULUH BALI, Denpasar – Untuk mencegah paham radikalisme, media sosial (medsos) agar mendapat perhatian yang serius. Baik oleh pemerintah, masyarakat terutama generasi muda (mahasiswa dan pelajar). Karena penyebaran paham radikalisme lewat media sosial dinilai paling strategis, cepat dan langsung memasuki ranah pribadi para penggunanya.

Demikian pesan disampaikan Swami Vigyananda saat menjadi pembicara utama International Talk Show (Dharma Tula) dengan tema Building Awarness On Global Radicalism, di Sekretariat PHDI Provinsi Bali, Rabu (9/8).

Untuk itu, Sekjen Vishwa Hindu Parishad ini mengingatkan, agar terus-menerus dilakukan kounter terhadap paham-paham radikal yang disebar dengan menggunakan media sosial tersebut. Berulang-ulang ia tegaskan agar jangan diam, jangan membiarkan paham-paham radikal tersebut terus-menerus memasuki pikiran masyarakat. Harus dilakukan kunter, penjelasan dan pelurusan.

Selain memperhatikan media sosial, yang tak kalah pentingnya dalam upaya membendung radikalisme global adalah penguatan ekonomi masyarakat. Karena, apabila ekonomi (kesejahteraan) masyarakat sudah baik, maka penyebaran paham radikal tersebut akan sulit. Karena  menurutnya, paham radikal tersebut lahir karena pertarungan dan persaingan ekonomi.

Selanjutnya adalah pendidikan. Rendahnya tingkat pendidikan masyarakat dianggap sebagai lahan subur bagi penyebaran paham radikal. Untuk itu ia mendorong generasi muda khusunya generasi muda Hindu agar mendapat pendidikan yang memadai. Pendidkan selain memberikan pemahaman dan kesadaran untuk membendung paham radikal tersebut, sekaligus untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.

“Dan itu berada di pundak kalian para generasi muda, terutama kalian sebagai mahasiswa,” tegas Swami Vigyananda siang itu kepada para mahasiswa yang datang dari  beberapa organisasi mahasiswa Hindu di Bali. (SB-Rk)

Comments

comments