Cari Uang Sekolah Dari Tattoo Temporary

208

Kadek Dira saat menawarkan jasa tattoonya. (foto-lika)

SULUHBALI.CO, Bangli – Bali memang dikenal dengan daerah seni dan budaya. Salah satu seni di Bali yang sangat terkenal adalah seni lukis baik diatas kanvas maupun seni lukis dikulit yang sering disebut tattoo. Selasa (18/2).

Seiring dengan perkembangan jaman, tattoo yang biasanya dikerjakan oleh para ahli atau tukang tattoo, kini bisa dikerjakan pula oleh anak-anak sekolahan yang biasa dikenal dengan sebutan tattoo tempurari atau jenis tattoo yang hanya bisa bertahan dikulit sekitar 2 minggu. Namun jenis tattoo yang satu ini bukan tattoo yang menggunakan jarum suntik dalam pengerjaannya, melainkan menggunakan kuas kecil dan cat (khusus untuk tattoo jenis ini).

Kadek Dira (10) adalah salah satu anak berasal dari Batur, Kintamani yang kesehariannya mencari uang tambahan untuk sekolah dengan mentatto para turis asing maupun wisata lokal yang berkunjung ke Penelokan, Kintamani.

“Saya biasanya mulai kerja mentatto seperti ini pada saat sudah pulang dari sekolah,” kata Dira yang saat ini duduk di bangku kelas 5 Sekolah Dasar (SD).

Ia mengatakan pendapatan yang diterima dari hasil mentatto adalah tergantung banyak dan sedikitnya tamu yang berkunjung ketempat yang menjadi markasnya mencari uang. “Hasil yang didapat tergantung tamu yang datang, dan kalau hujan begini jadi susah juga untuk membujuk tamu biar mau ditatto,” ujarnya.

Ia juga menambahkan penghasilan sehari yang didapat cukuplah untuk bekal kesekolah, “Sehari bisa dapat Rp. 200.000 sampai Rp. 500.000 kalau tamunya ramai dan kalau yang mau ditatto juga banyak, tapi kalau tamunya sepi bisa dapat cuma Rp.50.000 saja,” tambah Dira.

“Terkadang kalau yang berkunjung tamu yang berasal dari Makasar, Sulawesi dan Kalimantan, saya bisa dapat uang yang lebih banyak, karena tamunya mau membayar mahal untuk tattoo tempurari ini dan kalau lebih beruntung lagi bisa mencapai Rp.800.000 sampai Rp.1.000.000 untuk satu tattoo perhari,” Ia menambahkan.

Dira juga menjelaskan beberapa kendala yang dialami jika sedang bekerja. “Disini kan saya mentatto tidak sendiri jadi banyak tukang tattoo juga menjadikan banyak saingan dalam mencari pelanggan, selain itu hujan juga menjadi salah satu kendala dalam bekerja, karena kan kerjanya ditempat terbuka seperti ini. Satu lagi terkadang petugas keamanan juga sering kali melarang kami untuk mendekati para pengunjung, jadi itu juga merupakan suatu kendala,” pungkasnya. (SB-Lik)

Comments

comments

Comments are closed.