Bupati Karangasem dukung PID dan UEP Bumdesa Bersama Kecamatan Rendang wujudkan Yadnya Mart+

97
SULUH BALI, Karangasem – Bupati Karangasem, I Gusti Ayu Mas Sumatri, SSos, MAP pada hari Rabu 11 April 2018 bertempat diruang rapat Bupati, menerima audiensi dari TIM P3MD PID Prov Bali, dan Direksi Bumdesa,Kecamatan Rendang.
Bupati nenyambut baik dan mendukung Program dari Presiden Jokowi dan Kementerian Dess PDTT seperti Padat Karya Tunai  (PKT), Pendataan Index Desa Membangun (IDM), dan Program Inovasi Desa (PID) dan Empat Kegiatan Prioritas Pembangunan Desa, yaitu Produk Unggulan Desa/Kawasan Desa, Pengairan Desa,, Pemberdayaan BUMDES/BUMDES BERSAMA, Sarana/Olahraga Desa (Sorga Desa). Karangasem mendukung pelaksanaan program PKT, IDM, PID dan Empat Prioritas di 75 Desa di Kabupaten Karangasem,” ujar Mas Sumatri, Bupati perempuan pertama di Kabupaten Karangasem.
Pemkab Karangaem juga sudah berinisiatif nelakukan MOU dengan Desa Adat dan dengan Desa.Dinas, untuk kerjasama pengelolaan potensi desa,” tambah Mas Sumatri dengan antusias.
Pada audiensi ini, Tim P3MD PID Kemendesa Prov Bali yang hadir, Ir Dewa Darma Setiawan Tenaga Ahli PID (Program Inovasi Desa) yang dibiayai oleh WORLD BANK. Ir I Wayan Suaartika Tenaga Ahli PPK
(Peningkatan Kapasitas dan Kaderisasi) juga hadir  TIM P3MD Kemendesa Kab Karangasem, I Ketut Wijaya Mataram, Amd SSOS Tenaga Ahli PMD yang juga Fasilitator Kabupaten (FASKAB) dan I Komang Kutawaringin, SP, Tenaga Ahli PP yang juga Koordinator Kabupaten (KORKAB). “Kami sangat mengapresiasi respon cepat Ibu Bupati Karangasem, Ini membuktikan keberpihakan Bupati membangun desa dan memberdayakan masyarakat desa.. Maru kita kawal bersama implementasi PKT, Pendataan IDM, PID dan empat program prioritas,” ucap Dewa Darma Setiawan, Tenaga,Ahli PID yang juga Dosen dibeberapa perguruan tinggi, yang lama berkarier di Jakarta.
“Kami telah meninjau pelaksanaan PKT di Karangasem, sperti PKT pembangunan gedung olahraga di Desa Bebanden, telah berjalan drngan baik. Kami berharap Pendataan IDM bisa dilakukan dengan cermat berisi data yang lengkap di Formulir IDM dari setiap desa, sehingga bisa DI KLASIFIKASI KAN suatu desa iitu berstatus Sangat Tertinggal, Tertinggal, Berkembang, Maju, atau Mandiri, selambatnya 25 April 2018. Kami mohon dukungan Bupati dan Jajaran terkait untuk pendataan IDM tiap desa di Kabupaten Karangasem. Sehingga bisa dirumuskan kebijakan dan orogram yang tepat untuk srtiap desa sesuai IDM nya,” lanjut Dewa Darma Setiawan, yang langsung diamini oleh Bupati Mad Sumatri, seraya menerima Map dari TA PMD Karangasem berisi Surat Surat dari Dirjen P3MD Kemendesa, PDTT perihal Pelaksanaan IIDM, dan perihal Permohonan Bantuan Operasional untuk Pendamping Lokal Desa (PLD) yang gaji nya masih dibawah UMP serta Operasional P3MD  Karangasem. Lanjut Bupati menyerahkan berkas tersebut ke Staf Ahli Bupati Bidang Ekbang I Nengah Toya untuk ditindaklanjuti.
Sedangkan Direksi Bumdesa Bersama “Ananta Arta Mandiri” Kecamatan Rendang yang hadir, I Putu Pande Endra Direktur Utama/Ketua I Komang Ariawan Direktur Administrasi /Sekretaris I Komang Kartika
Direktur Keuangan / Bendahara. Turut hadir mendampingi Direksi Bumdesa Bersama Kecamatan Rendang, I Kadek Sumadiasa, SSos, MPhil.H Pendamping Desa Pemberdayaan P3MD Kecamatan Rendang, Juga hadir, Ir Gusti Ngurah Ariawan Ketua Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) Kecamatan Rendang  dan Drs I Gusti Ngurah Artawan Bendahara BKAD Kecamatan Rendang serta Alex Soepardika Kepala Badan Pengelola (BP) Pasar Yadnya
“Mohon petunjuk Ibu Bupati perihal rencana kerjasama pemanfaatan lahan Pasar Yadnya oleh Bumdesa Bersana Kecamatan Rendang, untuk dibangun Usaha Ekonomi Produktif (UEP) berupa YADNYA MART+ yang saya yakini bisa membuat Pasar Yafnya ramai dan bermanfaat multifungsi,” tegas Alex Soepardika, tokoh muda Karangasem asal desa nongan, kecamatan rendang, saat mengawali pembicaraan terkait Inovasi UEP Desa dengan Bupati. “Kami sangat berharap bantuan Bupati, agar segera ada kejelasan Legalitas Kerjasama Penggunaan Lahan Pasar Yadnya oleh Bumdesa Bersama milik gabungan enam desa di Kecamatan Rendang, agar bisa kami laporkan dalam forum MUSYAWARAH ANTAR DESA (MAD),” harap Gusti Ngurah Ariawan.
Dalam pertemuan ini,  Direksi Bumdesa Kecamatan Rendang juga menyampaikan bahwa bumdesa bersama memiliki fungsi Sosial Bisnis atau Sosio Preneur, yang antara lain diwujudkan melalui Unit Usaha Dana,Bergulir, juga  Unit Usaha Perdagangan dan Jasa, dengan membuka Yadnya Mart+ “Direksi dengan didukung Badan Kajian Usaha (BKU) dan BKAD, telah melakukan studi, belajar kepada ahli dan praktisi, kajian kajian, survey himgga observasi kepadatan lalu lintas dengan traffic padat hingga sekira 1.000 kendaraan perjam. Kami yakin dan optimis Yadnya Mart+ memiliki multifungsi yang justru turut membantu pemerintah dalam menjaga inflasi, dan bisa kontribusi memperkuat perekonomian lokal. Oleh karena itu kami mohon restu dan dukungan Ibi Bupati dan Jajaran agar bisa terwujud Yadnya Mart+ milik seluruh warga kecamatan Rendang ini,” papar Putu Pande Endra, Ketua/Dirut Bumdesa Bersama Ananta Arta Mandiri, dengan penuh semangat dan optimisme kepada Bupati Karangasem
Sedangkan TIM P3MD Kemendesa Kabupaten Karangasem, dalam pertemuan bersejarah ini menyuarakan bahwa Bumdesa dan Bumdesa Bersama sebagai Badan Usaha Milik Desa adalah Milik masyarakat desa, bukan milik pribadi atau golongan, sehingga Bumdesa dan Bumdesa Bersama, layak dan seyogyanya didukung penuh oleh Pemerintah, BUMN, BUMD/PERUSDA, LSM, ORMAS, dan stake holder desa.
Tim P3MD Kemendesa kabupaten Karangasem bertugas mendampingi, mendorong dan memfasilitasi agar BUMDESA dan BUMDESA BERSAMA hadir untuk menjadi solusi. Bumdesa dan Bumdesa Bersama, bila potensi nya memungkinkan, kami dorong buka Mart+, sperti halnya Yadnya Mart+ dengan multifungsi sosial bisnis, yaitu pertama GROSIR+ marjin max 5% yaitu membantu toko, warung, umkm, untuk memperoleh pilihan variasi produk terbaik, harga murah dan ketersediaan produk. sekaligus turut nenjaga inflasi. Bumdesa tidak membuka Toko biasa. Tspi justru menjadi Suplier Induk/Gudang induk bagi toko, warung dan UMKM di seluruh wilayah desa nya, dengan Mendata dan membuatkan Kartu Mitra BUMDesa untuk setiap tok, warung UMKM.
Kedua retail+ maergin +- 20% Target Segmen Pelanggan BERBEDA dengan Pasar tradisional yaitu segmen : 1. warga pelintas yang lalu lalang dijalan raya lokasi Bumdes Mart+. 2. Wislok. Wisnu, Wisman yang lalu lalang melintasi jalan raya lokasi Bumdes Mart+.
Ketiga, tempat pemasaran produk produk kerajinan, seni, produk kreatif, dll.
dengan dibantu kemasa yang baik unyuk produk lokal trrsebut, sehingga Eye cathing dan layak dipasarkan di Mart+, toko modern, pasae oleh-oleh, dll.
“Bali ada bumdesa rujikan nasional, yaitu tajun, di buleleng, dan bumdesa dawan kaler di Klungkung bila Yadnya Mart+ berkembang dengan lancar dan sukses maka Bumdesa Bersama Kecamatan Rendang dan Yadnya Mart+, niscaya berpeluang menjadi rujukan nasional. Potensi  menjadi ikon Studi Banding dari Desa dan Bumdesa lain,” pungkas Tenaga Ahli PMD, I Ketut Wijaya Mataram, Amd, SSos, yang akrab dipanggil sebagai Inspektur Vijay.
Bupati Karangasem senang memgetahui semangat direksi bumdesa bersama kecamatan Rendang. Bupati pun tertarik dengan konsep Ysdnya Mart+ yang telah dipaparkan oleh Direksi dan TA PMD Inspektur Vijay. “Saya bangga dengan semangat Karangasem Te Spirit of Bali, yang ditunjukan oleh Direksi/Pengurus Bumdesa Bersama Kecamatan Rendang. Saya tertarik dengan konsep Yadnya Mart+ yang multi fungsi manfaatnya. Selanjutnya saya minta Kadis Perindag untuk menindaklanjuti PERJANJIAN  KERJASAMA (PKS) antara Pemkab Karangasem dengan Bumdesa Bersama Kecamatan Rendang,”.
Pejabat yang hadir mendampingi Bupati Karangasem, I Nengah Toya, SE,MAP, Staf Ahli Bipati Bidang Ekbang, I Gusti Ngurah Suarta, SH, Kadis Perindag dan I Made Hadi Susila, SE, KABAG EKONOMI yang juga tokoh pemberdaya ekonomi kreatif di kabupaten Karangasem. (SB-SKB)

Comments

comments