Bule Saja Suka “Jaje” Bali, Bagaimana dengan Kita ?

137
Aneka Jaje Bali pada acara seminar Internasional. |foto-rk|

SULUH BALI, Denpasar – Jaje atau kue Bali ada berbagai macam jenisnya. Juga berbagai macam bahan dan cara dalam pembuatannya. Jaje Bali disamping dinikmati sebagi makanan ringan, juga dibuat dengan berbagai wujud kreasi seni oleh si pembuatnya. Kreasi tersebut bisa terlihat dari cara pembuatannya, bentuk, pewarnaannya, termasuk cara penyajiannya.

Kini jaje Bali tidak hanya ditemui dan dijual di warung-warung pinggir jalan. Namun sudah mulai “naik kelas” merambah tempat-tempat yang juga berkelas. Seperti di hotel, kantor-kantor, dan pada berbagai event-event penting. Seperti saat ada rapat, resepsi pernikahan, seminar, maupun acara-acara skala nasional dan internasional.

Seperti dijumpai pada sebuah seminar internasional di Denpasar, Rabu (18/5/2016), beberapa bule nampak ikut antre untuk dapat menikmati jaje Bali yang disuguhkan oleh panitia. Para bule itu,  sedikitpun tidak terlihat canggung saat melihat hingga menyantap beberapa jenis jaje Bali yang disediakan. Diatas meja sudah tersaji beberapa jenis jaje Bali, seperti “Jaje Lukis”, “Jaje Lak-lak”, “Jaje Pisang Rai” dan “Jeje Giling-giling”.

Tempat penyajian jaje Bali juga dibuat dengan kreasi dari bahan janur. Sehingga sajian jaje-jaje Bali terlihat lebih menawan dan bersih. Juga disediakan parutan kelapa dan gula Bali yang sudah jadi, untuk menambah enaknya rasa jaje Bali yag disajikan. Tak ketinggalan minuman kopi, teh dan air putih dalam kemasan sebagi pelengkap. Nah, bule-bule saja suka menyantap jaje-jaje Bali itu, bagaimana dengan kita ? (SB-Rk)

Comments

comments