Buka Pameran Lukis, Pastika Apresiasi Kiprah Gunarsa Lestarikan Seni Lukis Bali

56
Mangku Pastika bersama Maestro Gunarsa saat Pameran Glorifying Colors yang dilaksanakan di Museum Seni Lukis Klasik Bali Nyoman Gunarsa, Klungkung. (foto-humprov)

SULUH BALI, Klungkung – Penyelenggaraan pameran seni lukis Bali yang dilaksanakan oleh Sanggar Dewata Indonesia merupakan sebuah media komunikasi antar pelukis dan komunitas seni dengan masyarakat umum sangat efektif untuk menggali, melestarikan dan mengembangkan nilai – nilai tradisi berkesenian.

Oleh karena itu, pelaksanaan pameran tersebut sangat layak untuk mendapat apresiasi positif terutama kepada Nyoman Gunarsa yang merupakan salah satu pendiri perkumpulan para perupa seni ini yang telah mengabdikan dirinya dalam pelestarian seni lukis Bali sampai saat ini.

Demikian disampaikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika dalam sambutannya saat membuka Pameran Glorifying Colors yang dilaksanakan di Museum Seni Lukis Klasik Bali Nyoman Gunarsa, Klungkung, Selasa(20/12).

“Saya sangat mengapresiasi upaya dari Nyoman Gunarsa ini, dikarenakan telah mampu mengagungkan seni rupa/lukis di Bali ini, dan itu sangat luar biasa. Dan kita ketahui sendiri beliau merupakan seorang maestro yang dimana sejak dahulu sudah berpikir tentang bagaimana seni itu bisa membuat empati, cinta dan simpati kepada semua makhluk hidup,” ungkap Pastika. Ditambahkan Pastika, dengan semakin banyaknya digelar pameran seni lukis seperti ini, maka hal tersebut akan memotivasi seniman untuk berkarya dan secara lebih luas akan turut mendorong perkembangan seni lukis itu sendiri.

Sehingga dengan adanya perkembangan yang sangat pesat tersebut, ketauladanan dan kreativitas seorang maestro dituntut untuk mempu mendorong lahirnya seniman – seniman muda yang kaya imajinasi dan kreatifitas. Pastika juga menyampaikan bahwa, perkembangan tersebut juga membawa pengaruh terhadap budaya yang sebagaimana diketahui bahwa budaya Bali tersebut turut menyumbang dalam nilai dan estetika karya para seniman.

Oleh karena itu, Pastika mengingatkan agar perubahan yang terjadi adalah prubahan positif yang mampu memberi nilai tambah serta meningkatkan kualitas karya para seniman.

Selain itu, Gubernur Pastika juga mengharapkan kedepannya pameran tersebut dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga mampu untuk menumbuhkan rasa cinta kepada masyarakat terhadap seni lukis Bali.

Khusus untuk para seniman, Pastika juga berpesan agar terus berkarya yang berkualitas karena dengan karya yang berkualitas tersebut akan membawa bangsa Indonesia ke dunia. “Kalau orang bilang dari dunia bawa ke lokal kenapa tidak dari lokal kita bawa ke dunia itu adalah cita – cita saya. Dan itu bisa kita lakukan dari Bali karena kita memiliki potensi. Take local bring it to global,” tegas Pastika.

Sementara itu Nyoman Gunarsa selaku pemilik Museum Seni Lukis Klasik Bali Nyoman Gunarsa menyatakan pelaksanaan pameran tersebut bertepatan dengan 46 tahun usia Sanggar Dewata Indonesia. Dengan usia yang cukup tua tersebut, Gunarsa mengungkapkan bahwa sanggar tersebut telah menghalami siklus kelahiran yang berulang – ulang dari generasi ke generasi.

Oleh karena itu, pihaknya berusaha untuk selalu melangkah pada gagasan awal saat sanggar tersebut dibentuk dan juga selalu update sesuai dengan perkembangan zaman. Terkait dengan pelaksanaan pameran, Gunarsa mengungkapkan bahwa pihaknya mengambil tema Glorifying Colors yaitu sebuah tema untuk melihat perbedaan adalah suatu yang alami disekitar kita yang diimajinasikan sebagai sebuah taman yang indah yang memiliki warna yang beragam dan beraneka jenis tanaman.

Kedepan ia sangat mengharapkan dengan pelaksanaan pameran yang berkelanjutan tersebut, sanggar mampu untuk berfluktuasi mengikuti trend perkembangan zaman, dan mampu berusaha untuk selalu menggali potensi – potensi berkesenian di Bali dan menjaga kearifan lokal Bali.

Pembukaan pameran ditandai dengan pemukulan gong yang dilakukan oleh Gubernur Bali Made Mangku Pastika. Selain itu, acara juga diisi dengan penyerahan Penghargaan Lempad Prize kepada 6 orang penerima termasuk Gubernur Pastika.

Menurut Gunarsa Lempad Prize ini diberikan kepada insan seni dan penikmat seni yang telah mampu menjaga dan melestarikan kesenian itu sendiri dan mampu menjadi panutan bagi generasi mendatang.

Selain  Gubernur Pastika terdapat 5 orang yang juga menerima penghargaan yang sama yakni, Philippe Augier, I Made Bakti Wiyasa, Agung Mangu Putra, I Gusti Nengah Sura Ardana dan I Ketut Suwidiarta. (SB-humprov)

Comments

comments