Buka Museum Samskriti Sindhu, Pastika : ASHRAM Adalah Tempat Menggali Nilai-Nilai Kehidupan

49

SULUH BALI, Gianyar – Peresmian Museum Samskriti Sindhu, Museum of World Culture mendapat apresiasi oleh Gubernur Bali Made Mangku Pastika. Menurutnya, masyarakat Bali khususnya dan masyarakat dari belahan bumi manapun patut mengetahui perkembangan kebudayaan Hindu di Dunia yag sudah mulai sejak ribuan tahun yang lalu. Hal itu diungkapkannya pada awak media usai membuka secara resmi museum tersebut dengan pengguntingan pita Bersama Anand Krishna, di Anand Ashram, Ubud, Minggu (14/1). Dalam kesempatan itu, ia mengajak masyarakat untuk mengunjungi museum tersebut serta mempelajari sejarah perkembangan Hindu yang bermula di India.

Sebelumnya dalam sambutannya, Ia juga mengatakan bahwa Ashram, khususnya Anand Ashram dirasakan telah mampu meningkatkan kualitas umat Hindu dalam pemahanan agamanya. Ditambahkannya, kehadiran Ashram mampu membangun kualitas iman umat, terutama dalam pemahaman akan nilai-nila kehidupan. Hal menarik yang disampaikannya dalam kesempatan itu adalah spirit optimisme dan penuh kekeluargaan yang ditebarkan oleh para penghuni Ashram.

“Setelah saya mengikuti semua prosesi ini, saya menyadari bahwa Hindu itu tetap ada dan akan selamanya dicintai. Setelah kita semua tertawa di sini, bernyanyi dan memaknai Hindu dan kehidupan dengan indahnya, saya yakin Hindu akan selalu dicintai,”gugahnya. Apalagi sekarang Bali merupakan pusat dari World Hindu Parisad, Ia pun mengajak seluruh komponen, untuk terus menyebarkan nilai-nilai Hindu yang luhur pada dunia.

Sebelumnya, pendiri Anand Ashram yang merupakan guru di sana, Swami Anand Krishna, menyampaikan rasa terima kasih akan perhatian Gubernur Bali beserta jajarannya terhadap umat Hindu. Museum ini menurutnya adalah sumbangsih kecil akan kecintaannya tentang agama Hindu dan peradaban yang berkembang pertama kali di India. Ia berharap museum ini dapat membantu generasi muda dari seluruh dunia untuk memahami dan mengapresiasi akar budaya dan peradaban yang sama, serta bermanaat juga bagi turis-turis asing yang mengunjungi Bali.

Sementara itu, ketua yayasan Anand Ashram Dr. Sayoga, menjelaskan bahwa saat ini merupakan hari jadi yang ke-28 yayasan tersebut. Menurutnya, hingga saat ini Anand Ashram telah menyelenggarakan berbagai kegiatan spiritual, social, Pendidikan dan kemanusiaan secara menyeluruh. Melalui pembukaan museum ini, Ia meyakini bahwa dengan memahami akar budaya dan spiritual yang sama, barulah bias diwujudkan kedamaian dan kehidupan yang harmonis. “Sembari mengapresias perbedaan yang alami di antara kita, kita wujudkan keharmonisan dunia,” ungkapnya.

Ia menambahkan museum ini dilengkapi dengan berbagai artefak yang terkait dengan peradaban kuno yang masih berkembang hingga saat ini. Peradaban tersebut adalah peradaban Sindhu-Saraswati atau Indus yang dipercaya telah memberikan sumbangsih besar bagi peradaban Barat dan peradaban-peradaban lainnya.

Konsul Jenderal, Shriman R.O Sunil Babu, juga menyatakan apresiasinya terhadap pembukaan museum serta perkembanganAnand Ashram hingga menjadi seperti sekarang. Ia menyatakan bahwa Ashram adalah tempat mengenyam Pendidikan non formal yang tidak hanya menyuguhkan materi Pendidikan semata tapi juga tentang pembentukan karakter serta penerapan nilai-nilai kehidupan. Hal itu juga sudah diterapkan oleh pemerintah Provinsi Bali dengan dibukanya sekolah SMA/SMK Bali Mandara.

Menurutnya sekolah tersebut sudah mirip dengan kehidupan di Ashram, tidak hanya mendidik para siswa sesuai kurikulum namun pembentukan karakter juga. “Saya melihat mereka bangun jam 5 pagi, memulai meditasi dan yoga setelah itu beraktiitas, menuntut ilmu serta mengerjakan tugas sehari-hari, sangat Ashram mirip dengan Ashram,” tuturnya.

Hal senada juga diutarakan oleh Dirjen Bimas Hindu, Prof. I Ketut Widnya. Ia mengapresiasi keberadaan Ashram yang bisa memberikan lebih dari Pendidikan formal semata, namun tentang penanaman budi pakerti serta nilai kemanusiaan. Ia juga berharap keberadaan Ashram bias mengimbangi paham-paham radikal yang akhhir-akhir ini perkembangannya begitu marak. “Ashram juga diharapkan bias memberi warna tersendiri, warna tentang Hindu, Bali dan Indonesia kepada dunia,” pungkasnya. (SB-humprov)

Comments

comments