Buka Bali Mandara Mahalango IV, Pastika Harap Seni Bisa Memberi Kesejahteraan

41
Mangku Pastika membuka Bali Mandara Mahalango IV. (foto-rk)

SULUH BALI, Denpasar. Kita harapkan hidup bukan hanya untuk berkesenian, tetapi kesenian dan kebudayaan harus juga bisa untuk hidup. Kita di Bali tidak punya sumber daya alam apapun. Kita tidak punya batubara, kita tidak punya emas. Kita tidak punya minyak. Yang kita punya adalah manusia Bali. Yang berkebudayaan, yang mempunyai kreativitas yang tinggi di bidang kesenian.

Demikian disampaikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika saat memberikan sambutan sebelum membuka secara resmi Bali Mandara Mahalango IV tahun 2017 di Panggung Terbuka Arda Candra, Taman Budaya, Minggu malam (9/7/2017).

“Saudara-saudara, kita semua patut berbangga. Bapak Presiden beberapa waktu yang lalu mengatakan, satu-satunya provinsi di Indonesia yang bisa mensejahterakan rakyatnya tidak dengan menggali sumber daya alam di dalam buminya adalah provinsi Bali. Oleh karena itu potensi ini harus terus kita kembangkan. Potensi dan kekuatan ini harus terus kita bina Tentu saja pertama-tama harus mendapat apresiasi, penghargaan dari kita semua. Pemerintah provinsi Bali, dan segenap komponen masyarakat Bali. Karena dengan apresiasi yang tinggi, para seniman akan dapat mengembangkan dirinya menjadi lebih baik,” ungkap Mangku Pastika.

Ia kemudian jelaskan, setelah sebulan penuh acara Pesta Kesenian Bali (PKB), dilanjutkan dengan penyelenggaraan Bali Mandara Mahalango. dan sepanjang tahun digelar Bali Mandara Nawa Natya.  Hal tersebut menurutnya adalah untuk memberikan ruang yang seluas-luasnya kepada para seniman kita untuk mengembangkan kreativitas dan inovasinya. Sehingga dengan demikian, maka seni yang sudah menjadi jalan hidup kita di Bali akan dapat memberikan kesejahteraan yang sebaik-baiknya bagi masyarakat Bali dan khususnya bagi para seniman dan budayawan.

“Sekarang ini, kita sudah berjalan saya 9 tahun menjadi gubernur Bali. Mudah-mudahan dasarnya sudah bisa kita letakkan ke depan. Sehingga ke depan Bali Mandara akan tercapat. Yaitu Bali yang agung, Bali yang besar dan suci. Bali yang Maju, Aman, Damai dan Sejahtera. Tentu saja ini memerlukan kerja keras dari kita semua. Terutama karena kita sudah hidup dari pariwisata budaya. Kita harus mengembangkan budaya dan seni ini benar-benar untuk mampu menghidupi dan mensejahterakan rakyat Bali. Saya memberikan ruang, waktu dan dukungan anggaran yang cukup besar untuk membesarkan atau mengangkat potensi kita itu menjadi satu kekuatan yang dahsyat. Yang bisa membawa Bali menjadi Bali yang Maju, Aman, Damai dan Sejahtera,” ia menjelaskan.

Acara pembukaan Bali Mandara Mahalango dibuka secara resmi oleh Made Mangku Pastika ditandai dengan mengangkat Kayonan. Diiringi pukulan dua kendang Lanang-Wadon, masing-masing oleh Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta dan Wakil Ketua DPRD Bali Nyoman Sugawa Korry. Kemudian warga yang datang membludak memenuhi panggung terbuka Arda Candra malam itu dihibur oleh Pentas Kolaborasi Pramusti Bali bertajuk “Gita Harmoni Nusantara”. (SB-Rk)

Comments

comments