Brahma Kunta Lakukan ‘Traumatic Healing’ Pengungsi di Desa Pesaban

42

SULUH BALI, Amlapura – Brahmakunta Center dipimpin Guru Besar GMH Institute, Ketut Gede Suatma Yasa, SH,.M.Ag.,CHt,.MNNLP bersama para bhakta Brahmakunta menggelar Traumatic Healing yang dilakukan untuk para pengungsi yang berada di Pos Lapangan Tinon Desa Pesaban, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Minggu (1/10/2017).

Traumatic healing yang dilakukan Brahma Kunta bersama para bhakatnya kepada para pengungsi yang berasal dari Gunung Biau, Muncan, Karangasem untuk menghilangkan rasa stres yang dialami oleh para pengungsi yang mengalami kecemasan dan ketakutan akan erupsinya Gunung Agung.

“Mereka banyak mengeluhkan perasaan stres, ketakutan, kecemasan. Untuk mengatasi ini kita lakukan psikologi terapi,” ungkap Ketut Gede Suatma Yasa, SH,.M.Ag.,CHt,.MNNLP atau yang dikenal dengan Guru Mangku Hipno, Minggu (1/10/2017).

Terapi yang digunakan dalam pemulihan stres dilakukan dengan menggunakan kekuatan prana dengan menarik penyakit dari pikiran dan perasaan para pengungsi yang mengalami stres dengan teknik oengobatan manik sekecap.

Kita menggunakan teknik pengobatan Manik Sekecap yang tidak memerlukan waktu lama. Setiap keluhan pasien bisa ditarik,” kata Guru Mangku.

Guru Mangku menekankan pada pemulihan mental akibat dari rasa stres yang muncul akibat dari rasa takut dan cemas sehingga perlu dilakukan manajemen stres. Manusia harus bisa menerima situasi dan kondisi alam dan bisa mengatur pikirannya sendiri untuk tidak stres menghadapi keadaan ini.

“Tidak ada yang bisa mengubah keadaan alam. Manusia hanya bisa menata mental untuk menerima kondisi seperti ini (kondisi Gunung Agung),” jelasnya.

Selain Traumatic Healing Brahma Kunta juga memberikan pelayanan medis dengan pengecekan kesehatan dan pemberian obat serta pelayanan sosial kepada anak-anak yang dilakukan Byang Mangku Hipno. (SB-Skb)

Comments

comments