BPS : Membaiknya Perekonomian Bali

109

SULUHBALI.CO, Denpasar – Pertumbuhan ekonomi Bali pada triwulan II/2013 sebesar 2,18 persen membaik dibanding triwulan sebelumnya yang mengalami pengurangan sebesar -0,33 persen, demikian data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali.

“Pertumbuhan yang signifikan itu berkat dorongan seluruh komponen pembentukan produk domestik regional bruto (PDRB) dengan pertumbuhan tertinggi pada komponen pengeluaran konsumsi pemerintah,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Gede Suarsa di Denpasar, Selasa.

Ia mengatakan jika dibandingkan triwulan sebelumnya (q-to-q) pengeluaran konsumsi pemerintah tumbuh hingga 16,30 persen, menyusul pertumbuhan pada sisi pengeluaran konsumen lembaga swasta nirlaba (LNPRT) sebesar 8,03 persen.

Selain itu, juga komponen ekspor dan perdagangan antarpulau sebesar 6,93 persen berkat dorongan ekspor jasa yakni meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara maupun nusantara berliburan ke Pulau Dewata.

Gede Suarsa menambahkan komponen ekspor cukup membaik, namun komponen impor meningkat lebih tinggi, dengan pertumbuhan sebesar 7,17 persen.

Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (y-on-y), perekonomian Bali sekarang ini cukup baik dengan pertumbuhan 6,05 persen, meskipun secara umum mengalami perlambatan dibanding tahun lalu.

Semua komponen pengeluaran tumbuh positif dengan pertumbuhan tertinggi untuk komponen pengeluaran LNPRT sebesar 25,54 persen, penyusul pengeluaran konsumsi pemerintah dan PMTDB yang tumbuh masing-masing 21,74 persen dan 18,22 persen.

Gede Suarsa menjelaskan, untuk komponen lainnya seperti pengeluargan konsumsi rumah tangga meningkat 17,35 persen serta pertumbuhan ekspor dan PMTDB memegang peran yang cukup besar masing-masing 7,44 persen dan 5,31 persen.

Sementara komponen lainnya menyumbangkan pertumbuhan tidak lebih dari dua persen. Membaiknya perekonomian Bali tahun 2013 terlihat dari capaian perekonomian hingga semester pertama.

Dibandingkan dengan semester pertama tahun 2012 perekonomian Bali tumbuh sebesar 6,38 persen. Pertumbuhan perekonomian pada semester ini disumbangkan oleh pertumbuhan komponen PMTB yang tumbuh sebesar 20,69 persen dengan andil pertumbuhan 5,96 persen.

Demikian pula komponen ekspor tumbuh sebesar 8,04 persen dengan sumbangan terhadap total pertumbuhan sebesar enam persen.

Sementara komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga dan LNPRT tumbuh sebesar 2,12 persen dan 21,81 persen, menyumbangkan pertumbuhan masing-masing 1,27 persen dan 0,21 persen.

Selain itu juga disumbangkan oleh pengeluargan konsumsi pemerintah, meningkatnya anggaran belanja dan penyerapan anggaran pada semester pertama yang mampu mendorong menciptakan pertumbuhan sebesar 15,53 persenm dibandingkan dengan semester yang sama tahun sebelumnya, ujar Gede Suarsa. (SB-ant)

Comments

comments

Comments are closed.