BPJS Ketenagakerjaan Tanda Tangani Nota Kesepahaman disela Rakornas BKPM & PTSP

44
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong (kanan) berjabat tangan dengan Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto usai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) (Foto - Ist)

SULUH BALI, Mangupura – Sebagai bentuk dukungan penuh terhadap perlindungan program BPJS Ketenagakerjaan kepada para penanam modal baik itu dari dalam maupun dari luar negeri. Disela-sela Rakornas (Rapat Koordinasi Nasional), Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto, menandatangani langsung nota kesepahaman tersebut di hadapan peserta Rakornas BKPM bersama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).

Penandatangan nota kesepahaman tersebut sebagai bentuk komitmen kedua belah pihak untuk saling memberikan dukungan terkait implementasi program perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan oleh BPJS Ketenagakerjaan kepada penanam modal asing dan penanam modal dalam negeri sebagai bagian dari program Ease of Doing Business dari Pemerintah Republik Indonesia.

“Kerjasama ini juga merupakan perwujudan dari integrasi layanan publik bagi masyarakat dan investor, sehingga dapat mempersingkat proses perizinan dan pendaftaran jaminan sosial. kerjasama ini untuk memperkuat kerjasama yang telah dilakukan dengan PTSP seluruh Indonesia. Kedua belah pihak berkomitmen untuk mendukung program ini, BKPM setuju untuk memperluas cakupan layanan PTSP yang dimiliki,” ungkap Agus, Jumat (24/02/2017).

Program jaminan sosial ketenagakerjaan sangat penting bagi pekerja, bukan hanya bagi pekerja lokal, tetapi juga para pekerja asing yang bekerja di Indonesia yang lebih dari 6 bulan wajib ikut serta dalam Program BPJS Ketenagakerjaan.

Agus mengaku, hingga akhir Desember 2016 total peserta BPJS Ketenagakerjaan yang aktif mencapai 22,6 juta peserta dari total 48 juta peserta yang terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Sementara di tahun 2017 ini pihaknya menargetkan mampu mencapai angka 40 persen dari total keseluruhan PTSP

“Kita berharap di tahun 2017 ini kita bisa mencapai angka 40 persen dari total keseluruhan PTSP. Saat ini sistemnya sudah dipermudah karena sudah di Linkan antara PTSP dengan BPJS Ketenagakerjaan sehingga tidak akan sulit dan menambah prosedur serta memperpanjang proses,” ujarnya. (SB-Dims)

 

Comments

comments