Boneka Raksasa “Les Grandes Personnes” Akan Berpawai di PKB Ke-38

154
Boneka raksasa asal Prancis, Les Grandes Personnes. |foto by net|

SULUH BALI, Denpasar – Dalam rangkaian Festival Printemps Français 2016, Institut Prancis di Indonesia (IFI) dan Alliance française (AF) Bali bekerja sama dengan Bali Art Festival menggelar pawai boneka raksasa Les Grandes Personnes pada 11 Juni 2016 di Bali. Pawai boneka raksasa Les Grandes yang senada dengan tradisi seni patung raksasa Ogoh-ogoh di Bali ini akan menandai penutupan festival seni Prancis-Indonesia, Printemps Francais 2016.

“Sebuah kehormatan bagi Prancis berpartisipasi dalam Bali Art Festival sekaligus menjadi penutup festival seni budaya Prancis-Indonesia Printemps Français 2016 yang menjadi wadah bagi pertemuan dan persahabatan kedua negara di bidang seni budaya serta arsitektur,” jelas Marc Piton, Direktur Institut Francais Indonesia dan Direktur Festival Printemps Francais 2016, mengenai kolaborasi Printemps Francais 2016 dengan Bali Art Festival.

Amandine Grisard, Direktur AF Bali menambahkan Les Grandes Personnes juga akan bertemu dengan seniman Bali. “Kami berharap pertemuan ini dapat menginspirasi lahirnya kerjasama baru di masa depan.”

Sanggar teater boneka Les Grandes Personnes (“Orang-orangan Raksasa”) dibentuk pada 1998 di Aubervilliers, Paris. Sanggar Les Grandes Personnes membawa kreasi seni pahat dan ukir multimedia (kertas, kayu, plastik) ke ruang publik dengan memadukan seni visual dan seni pertunjukan. Mereka memulai kreasi dengan membentuk dan menampilkan boneka raksasa setinggi 4 meter yang dipadukan dengan drama.

Seni boneka raksasa dari Prancis ini sebenarnya mirip dengan seni instalasi patung khas Bali bernama Ogoh-ogohyang selalu dibuat dan diarak di jalan dalam rangka menyambut Hari Nyepi di Bali. Namun, cara permainannya lebih mirip kesenian Barong Landung khas Bali atau Ondel-ondel khas Betawi.

Boneka tersebut menjadi wahana penciptaan imajinasi dalam cerita daerah ataupun adaptasi naskah drama populer seperti Romeo and Juliet karya Shakespeare. Beranggotakan lebih dari 30 seniman beragam latar; seniman visual, pelukis, aktor, pemain sirkus, dalang, penari, musisi, perancang busana dan lain-lain, Les Grandes Personnes membongkar sekat pemisah seni visual dan seni pertunjukan, seni moderen dan seni tradisional serta antara kerajinan tangan. Hasilnya, sebuah pertunjukan teater jalanan yang unik dan mencengangkan.

Les Grandes Personnes telah berpartisipasi dalam berbagai festival di Prancis maupun negara lain. Mereka juga menggelar secara rutin lokakarya membuat boneka raksasa dari kertas koran atau bahan daur ulang lain yang inovatif dan mengandalkan sumber lokal.

Bersama Institut Prancis setempat, Les Grandes Personnes turut membantu berdirinya sanggar teater boneka raksana di berbagai kota seperti Boromo di Burkina Faso, Suenos de Mach di Valparaiso, Chili dan Giant Match di Afrika Selatan serta Marionetas Gigantes di Maputo, Mozambik. Harapan mereka, dengan terbentuknya sanggar lokal ini maka keluarga boneka raksasa pun tersebar dan akan tetap lestari.

Selain itu, Les Grandes Personnes telah tampil antara lain di Festival Cahaya (Fete des Lumieres) yang merupakan festival tahunan dan menjadi ciri khas kota Lyon di tahun 2013 dan menggelar teater dengan suasana yang lebih akrab melalui lakon À la Corde (2008), La Ligne Jaune (2012) dan La Bascule (2014) yang merekam ulang jejak Prancis sebagai negara Eropa terakhir yang menghapus hukuman mati. (SB*)

 

Follow instagram
Follow Twitter
Like Fanpage Facebook
Subscribe Youtube

Comments

comments